src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tekan Harga Tiket, Bupati Harap Pesawat Berbadan Besar Kembali Masuk ke Berau

Tekan Harga Tiket, Bupati Harap Pesawat Berbadan Besar Kembali Masuk ke Berau

3 minutes reading
Saturday, 5 Aug 2023 12:17 432 Muhammad Yamin

banner pemkab Berau
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Tingginya harga tiket pesawat di Kabupaten Berau menjadi keluhan masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus melakukan upaya menekan harga tiket, dengan mengajak beberapa maskapai pesawat berbadan besar untuk kembali masuk ke Berau.

Bupati Berau Sri Juniarsih didampingi Wakil Bupati Berau Gamalis dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menghadiri acara Coffee Morning Optimalisasi Layanan dan Pemulihan Ekonomi melalui Moda Transportasi Udara bersama BLU UPBU Kelas I Kalimarau pada Jumat, 4 Agustus 2023.

“Ini harus segera ditindaklanjuti, harapannya dari pertemuan ini ada dampak positif dan hasil yang sesuai dengan harapan bersama,” ucap Sri Juniarsih di VIP Room Bandara Kalimarau kepada para airliners baik secara offline maupun via zoom meeting.

Dikatakannya, Kabupaten Berau satu-satunya Kabupaten yang memiliki dua bandara yaitu bandara Kalimarau dan Maratua. Dan yang paling penting, kata dia, Berau memiliki tempat pariwisata yang luar biasa dan paling banyak diantara 10 kabupaten/kota yang ada.

“Ini prospek sekali. Di Berau ada sekitar 44 perusahaan di berbagai bidang yang membutuhkan moda transportasi udara. Tidak akan rugi ketika ada pesawat berbadan besar masuk ke Berau, karena saya bisa memastikan pesawat tersebut akan dipenuhi penumpang yang hilir mudik keluar masuk Berau,” jelasnya.

Pemkab Berau berkomitmen untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Sehingga melalui petemuan ini ada solusi yang dapat terealisasi. Hal ini juga dapat dibuktikan di Berau sebelum pandemi Covid-19, ada banyak maskapai yang beroperasi di Bandara Kalimarau seperti, Garuda, Sriwijaya, Batik Air, Lion yang pernah menyediakan penerbangan Berau-Jakarta tanpa transit.

“Artinya yang memakai penerbangan sangat penuh. Penerbangan yang ada saat ini tidak memenuhi kebutuhan kami. Karena rata-rata disini perusahan besar,” ungkapnya.

Sehingga Sri menyampaikan, hal ini bisa menjadi pertimbangan kedepannya. Apalagi Kabupaten Berau terus berproses untuk membangun pariwisata yang ada. Karena 13 kecamatan yang itu miliki memiliki potensi pariwisata semua dan orang yang datang ke Berau bukan hanya untuk berbisnis saja tapi juga untuk berwisata.

“Ini kesempatan besar bagi kami untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Jadi kami sangat membutuhkan pesawat berbadan besar masuk ke Berau dengan harga yang terjangkau. Sehingga kami harapkan ada kerjasama yang baik dengan Berau,” bebernya.

Kepala Kantor BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Ferdinan Nurdin menjelaskan, hal yang mempengaruhi biaya tiket pesawat yakni pemakaian avtur, biaya pemeliharaan pesawat, sewa pesawat, dan Premi Asuransi Pesawat.

Namun, dengan seluruh potensi pariwisata dan perusahaan yang ada di Kabupaten Berau, tentu hal ini menjadi pasar yang potensial bagi moda transportasi udara di Berau.

Bahkan pihaknya melakukan percepatan percepatan dengan melayangkan 10 surat permohonan pengoperasian rute kalimarau kepada maskapai yang beroperasi di Indonesia dan bersurat ke 5 maskapai Cargo.

“Target kami mengembalikan kejayaan Bandara Kalimarau,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Riska

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x