30.9 C
Samarinda
Thursday, May 13, 2021

Sekolah Pengawas Partisipatif, Cara Bawaslu Kutim Cetak Milenial Melek Politik

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Di era digitalisasi, peran generasi milenial yang aktif berinteraksi dan berkomunikasi di media sosial tak bisa diabaikan. Apalagi, secara demografis, jumlah mereka cukup banyak.

Pada momentum Pilkada 2020, generasi milenial memberi warna tersendiri. Perlu pendekatan agar mereka tertarik untuk turut berpartisipasi, terutama memberikan hak suaranya dengan benar dan mengawasi Pilkada.

Itu yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kutai Timur melalui Sekolah Pengawas Partisipatif.

Diungkapkan Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Datin Bawaslu Kutim Muhammad Idris, kegiatan Sekolah Partisipatif digelar untuk memberikan pemahaman akan pentingnya demokrasi, partisipasi pemilih dan mengawasi jalannya pemilu.

Sasaran sekolah partisipatif ini adalah pelajar SMA Kelas III hingga mahasiswa.

“Di Sangatta kita masuk ke pelajar-pelajar SMA untuk kelas III, adapun dengan anak-anak kuliah kita masuk ke tiga perguruan tinggi yang ada di Kutim. Mulai dari Sekolah Tinggi Pertanian, Sekolah Tinggi Agama Islam, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, ada juga komunitas seni se-Kutim,” ujarnya.

Baca Juga  Kubu Edi-Rendi Siapkan Langkah Hukum Hadapi Rekomendasi Bawaslu RI

Selain itu, kata dia, Bawaslu juga merangkul lembaga pemerintahan dan swasta, semisal dengan Kesbangpol Kutim dalam sosialisasi terkait pengawasan partisipatif.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Kutim Didapuk Jadi Koordinator FPBK

“Tugas pengawasan pada Pilkada Kutim tidak hanya menjadi domain dari Bawaslu. Namun menjadi tugas dari semua stake holder serta masyarakat yang mempunyai hak pilih. Masyarakat diharapkan untuk mengawasi setiap tahapan pemilihan, dan melaporkan dugaan pelanggaran pada Bawaslu,” terang Idris.

Penulis: RJ Warsa

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar