src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Gempa di Kaltim Mulai Terbaca karena Alat Deteksi Diperbanyak

Gempa di Kaltim Mulai Terbaca karena Alat Deteksi Diperbanyak

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Jun 2023 21:58 432 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dalam sebulan ini sudah dua kali Kalimantan Timur (Kaltim) diguncang gempa. Artinya, ternyata Kaltim bukanlah menjadi provinsi yang paling aman dari gempa.

Berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terbaru yang terjadi di Kaltim terdeteksi pada Selasa, 20 Juni 2023, sekitar pukul 12.43 Wita. Gempa bumi berkekuatan 4.6 mengguncang wilayah Kutai Barat (Kubar), berpusat di darat dengan kedalaman gempa 10 kilometer. Selain Kubar, beberapa minggu sebelumnya, gempa bumi juga terjadi di Kutai Timur (Kutim).

Riza Arian Noor selaku Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda mengatakan, provinsi Kaltim menjadi provinsi yang masih relatif lebih aman dari bencana gempa bumi dibandingkan provinsi lain, seperti Pulau Jawa dan Sumatera. Namun begitu, kata dia, bukan berarti tidak ada gempa bumi di Kaltim.

“Dibanding wilayah lain, Kaltim lebih aman dari gempa bumi. Tapi bukan berarti tidak ada gempa bumi, karena wilayah Kaltim terdapat beberapa patahan-patahan. Artinya, potensi gempa masih ada, tapi dibanding wilayah lain kalau secara kekuatan dan frekuensi, di Kaltim masih lebih aman, ” terangnya.

BMKG, kata dia, kini telah memasang Seismograf, alat pendeteksi gempa, sehingga potensi terjadinya gempa bumi sudah mulai terdeteksi.

“Yang menarik, kenapa gempa di Kaltim mulai terdeteksi? Karena BMKG memiliki program penguatan sensor gempa sekarang di wilayah Kaltim, khususnya Kaltim sudah banyak dipasang Seismograf sehingga gempa-gempa yang dulu tidak terbaca, tapi sekarang sudah bisa terbaca, walau skalanya kecil, ” pungkasnya. (Ningsih/#)

LAINNYA
x