Beranda BUMI ETAM Tegas! Mulai Hari Ini Sanksi Denda Diterapkan Buat Pelanggar Protokol Kesehatan

Tegas! Mulai Hari Ini Sanksi Denda Diterapkan Buat Pelanggar Protokol Kesehatan

Tegas! Mulai Hari Ini Sanksi Denda Diterapkan Buat Pelanggar Protokol Kesehatan - headlinekaltim.co
Apel gabungan Satgas Covid-19 Kota Samarinda. (Foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Apel gabungan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 digelar di halaman Kodim 0901 Samarinda Jalan Gajah Mada, Minggu 27 September 2020 pagi.

Apel dipimpin oleh Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang. Hadir Dandim 0901 Samarinda Kolonel Inf Oni Kristiyono Goendong SH, Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairudin, pejabat di lingkungan Pemkot.

Syaharie Jaang yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 mengatakan tren kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Samarinda terus mengalami peningkatan dari hari ke hari.

Advertisement

Bahkan, Kaltim umumnya sudah berada di urutan ketiga nasional terbanyak terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kita melihat pada Minggu kedua Juni lalu adanya kenaikan signifikan terkonfirmasi positif Covid-19 ini, bahkan seminggu terakhir dan dua hari lalu ada penambahan positif sebanyak 208 kasus dalam sehari, sehingga mendorong Kaltim pada urutan ke tiga. Penambahan kemarin saja sudah 100 lebih, sama dengan tingkat kesembuhan. Harus ada upaya kita ke masyarakat untuk memperhatikan penggunaan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan,” katanya.

Jaang mengingatkan, di Indonesia sudah banyak korban berjatuhan akibat keganasan Covid-19.Virus ini tidak memandang usia tua, muda bahkan anak-anak dan tidak memandang status.

“Kawan-kawan saya pejabat di beberapa daerah, bahkan terbaru kemarin Pak Bupati Muharram juga meninggal karena Covid-19. Itu sebabnya penting menjaga protokol kesehatan untuk diri kita dan orang yang kita sayangi termasuk masyarakat,” kata Jaang.

Oleh sebab itu, Jaang menegaskan mulai hari ini, Minggu 27 September 2020 tidak ada lagi sosialisasi, tidak ada lagi imbauan.

Kepada Kapolres dan Satpol PP, Jaang minta untuk melakukan tindakan tegas kepada masyarakat yang masih bandel pada protokol kesehatan. Dia minta penerapan sanksi denda dilakukan.

“Dandim, Kapolres, Satpol-PP dan BPBD, tidak ada lagi sosialisasi, tidak ada lagi imbauan. Mulai hari ini tindakan tegas untuk melaksanakan sanksi yang telah ditegaskan dan sudah dirumuskan dalam Perwali yang diterbitkan kemarin,” ujarnya.

“Apa itu sanksinya? Kalau harus denda untuk mencari kesadaran masyarakat, akan susah jika tidak ada sanksi. Terima kasih kepada jajaran Kodim, Polres dan Denpom yang turut membantu terlaksananya penegakan Perwali. Saya minta Satpol PP harus lebih aktif dan keras lagi dalam hal penegakan disiplin protokol kesehatan” kata dia.

Wali Kota juga mengatakan alasannya untuk menempatkan posko penanganan Satgas Covid-19 di Dandim 0901. Ini bukan karena tidak percaya dengan BPBD Samarinda dan Satpol-PP.

Namun menurutnya agar penanganan lebih dapat berjalan maksimal, mengingat masih banyaknya ditemukan pelanggaran masyarakat yang tidak mengenakkan masker di lapangan oleh tim Gugus Tugas.

Ia juga meminta kepada seluruh Camat dan Lurah di Samarinda untuk selalu melakukan monitoring kepada warganya, dan aktif melaporkan kepada dirinya melalui grup-grup WA yang sudah dibuat.

“Kepada Camat dan Lurah, saya minta agar aktif memberikan informasi apapun kejadian dan monitor siapa saja warganya yang terkonfirmasi positif, ini supaya kita dapat melakukan upaya-upaya lebih cepat pencegahan. Sekali lagi saya minta, agar Camat dan Lurah aktif di grup, jangan mengira semua pesan di grup WA tidak saya baca, setiap hari saya selalu baca dan monitor,” imbuhnya.

Penulis : Ningsih

Komentar
Advertisement