src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kericuhan Pecah di Laga PON Aceh-Sumut: Sumut vs Babel Berakhir Kontroversial

Kericuhan Pecah di Laga PON Aceh-Sumut: Sumut vs Babel Berakhir Kontroversial

waktu baca 3 menit
Selasa, 10 Sep 2024 14:08 492 Anjhu Anggia

HEADLINEKALTIM.CO – Pertandingan penyisihan akhir grup A cabang olahraga sepakbola putri di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 pada Senin (9/9/2024) sore di Stadion Mini Disporasu menyajikan drama yang tak terduga. Laga antara tim sepakbola putri Sumatera Utara (Sumut) dan Bangka Belitung (Babel) yang diwarnai kericuhan, berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Babel. Kejadian ini membuat tim Sumut terpaksa harus merelakan impian mereka untuk melaju ke semifinal.

Sejak awal pertandingan, permainan antara kedua tim tampak cukup berimbang. Namun, Babel mengejutkan tuan rumah dengan gol cepat Henni Ulandari pada menit ke-4. Gol ini memacu Sumut untuk meningkatkan intensitas serangan mereka. Uci Tamala dan rekan-rekannya tampak berusaha keras membalas, tetapi sepakan Uci pada menit ke-23 melebar di sisi kiri gawang Babel.

Tensi pertandingan mulai meningkat saat pemain Sumut, Uci, dijatuhkan di area kotak penalti. Protes keras dari pemain dan pelatih Sumut terhadap keputusan wasit yang tidak memberikan pelanggaran membuat suasana semakin memanas. Pelatih Sumut tampak emosional di pinggir lapangan, mendatangi asisten wasit 1 untuk menyuarakan ketidakpuasan.

Memasuki babak kedua, ketegangan semakin meningkat. Di menit ke-56, Suci dari Sumut memiliki peluang emas tetapi gagal memanfaatkan kesempatan setelah duel fisik dengan penjaga gawang Babel, Huci Helyani. Keputusan wasit yang tidak menganggap benturan ini sebagai pelanggaran semakin memperkeruh suasana.

Babel kemudian menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-61 melalui gol Vivi Oktavia Riski yang memanfaatkan kesalahan kiper Sumut. Tertinggal dua gol, Sumut berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan, namun intensitas serangan mereka sering kali terhambat oleh benturan fisik di lapangan.

Pertandingan mencapai puncaknya pada menit ke-69 ketika terjadi perkelahian di lapangan. Seorang official Sumut memasuki area lapangan untuk memprotes keputusan wasit, sementara pemain dari kedua tim terlibat saling dorong. Akibatnya, Jasmine Sefia dari Babel mendapatkan kartu merah dan salah satu anggota tim pelatih Sumut menerima kartu kuning.

Usai pertandingan, kekecewaan tim Sumut semakin jelas. Sejumlah official dan pemain Sumut mengejar perangkat pertandingan hingga ke ruang ganti, namun upaya mereka untuk berdebat dengan wasit sempat diredam oleh panitia. Pemain-pemain Sumut tampak menangis histeris di lapangan, mengekspresikan rasa frustrasi mereka atas kekalahan dan keputusan wasit yang dianggap merugikan.

Untuk mencegah bentrok lebih lanjut, tim Babel dikawal oleh polisi saat kembali ke hotel mereka. Ketua panitia pelaksana pertandingan, Hadi Khairul Sinaga, menjelaskan bahwa insiden ini dipicu oleh tensi permainan yang meningkat di penghujung babak pertama dan tetap memanas hingga akhir laga. “Kami hanya bisa mengamankan situasi. Setelah pertandingan, kami meminta bantuan polisi untuk mengawal tim Babel agar tidak terjadi insiden lagi,” ungkap Hadi.

Dalam sesi konferensi pers pasca-pertandingan, pelatih Sumut Marasabessy mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit yang dinilai tidak adil. “Ada beberapa pelanggaran yang jelas-jelas terlihat oleh mata, tetapi tidak diberikan penalti. Jika itu terjadi, mungkin hasilnya bisa berbeda,” ujarnya dengan nada kesal.

Pemain Sumut, Herlina, juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegagalan tim mereka lolos ke semifinal. “Kami sudah berjuang maksimal. Namun, keputusan wasit yang kurang profesional membuat kami tidak bisa tampil lebih baik,” kata Herlina.

Dengan hasil ini, Babel berhak meraih tiket terakhir menuju semifinal PON Aceh-Sumut 2024, bergabung dengan tim-tim lainnya yang sudah lolos sebelumnya, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Papua Pegunungan. Insiden dan ketegangan yang terjadi di laga ini akan menjadi catatan penting dalam sejarah PON kali ini, menggarisbawahi betapa pentingnya pengawasan dan profesionalisme dalam setiap aspek pertandingan.

Artikel Asli baca di wartalive.co.i

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x