src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Soroti Kasus Pembunuhan Istri dan Anak di Segah, Gamalis Minta Turun ke Lapangan Berikan Edukasi dan Advokasi

Soroti Kasus Pembunuhan Istri dan Anak di Segah, Gamalis Minta Turun ke Lapangan Berikan Edukasi dan Advokasi

2 minutes reading
Wednesday, 13 Aug 2025 21:19 232 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Gamalis menyayangkan adanya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau beberapa waktu. Peristiwa tersebut menyita perhatian publik.

Pasalnya perempuan yang tengah hamil sekitar 6 bulan berserta anaknya yang masih di bawah umur dianiaya hingga meninggal dunia. Diketahui, korban dianiaya oleh suaminya sendiri.

“Perempuan itu harus betul-betul melek terhadap berbagai hal baik di bidang hukum, ekonomi, sosial dan politik. Khususnya hukum dalam hal ini,” ungkapnya.

Menurutnya, perempuan di Kabupaten Berau khususnya yang berada di kampung-kampung harus mendapatkan edukasi terkait kekerasan perempuan dan anak. Sehingga, kejadian tragis seperti ini tidak terulang lagi.

“Mudah-mudahan setelah ini organisasi perempuan dan dinas terkait dapat turun ke lapangan untuk memberikan advokasi terhadap perempuan dan anak di kampung-kampung,” tegasnya.

Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah mengatakan, Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) memberikan hak untuk dapat mendampingi perempuan atau anak yang mengalami tindakan kekerasan.

Pihaknya juga membentuk organisasi masyarakat, salah satunya Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) untuk memberikan sosialisasi jika ada perempuan mendapatkan atau mengalami bahkan melihat tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak agar bisa melaporkan ke sana.

“Lembaga itu ada di semua kampung di lingkungan masyarakat. Dinas terkait melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan bidang yang ada menyosialisasikan kepada masyarakat,” bebernya.

Pihaknya juga membuat semacam informasi untuk menyampaikan laporan-laporan terkait dengan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak.
Kata dia, UPT PPA juga melakukan pendampingan kepada korban baik kekerasan maupun pelecehan seksual.

“Korban akan dikunjungi, pada saat di kepolisian dan pengadilan juga akan didampingi,” tuturnya.

Sementara itu, untuk mengurangi rasa trauma psikis yang dialami korban, Puspaga juga menyediakan psikolog yang akan mendampingi dalam upaya pemulihan psikis korban kekerasan dan pelecehan seksual di Kabupaten Berau. (Adv/Riska)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x