Beranda BUMI ETAM Solusi Longsor di Mangkupalas, Harus Dibuat Turap hingga Polder

Solusi Longsor di Mangkupalas, Harus Dibuat Turap hingga Polder

Solusi Longsor di Mangkupalas, Harus Dibuat Turap hingga Polder - headlinekaltim.co
Dilla Rahmi Zahara
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Komisi III DPRD Samarinda meninjau longsor di Kelurahan Mangkupalas tepatnya di jalan poros penghubung Kecamatan Samarinda Seberang-Palaran, Kota Samarinda, Kaltim, pada Selasa 18 Agustus 2020.

Ditemui saat mendampingi sidak dewan tersebut, Dilla Zahara, perwakilan DLH Samarinda mengatakan, terkait longsor ini, instansinya sudah melakukan verifikasi ke perusahaan Insani Bara Perkasa (IBP).

Kemudian hasil dari pemanggilan tersebut telah diserahkan ke Dinas SDM dan DLH Provinsi Kaltim untuk segera ditindaklanjuti.

Advertisement

“Karena kawasan IBP adalah kawasan PKP2B yaitu perizinannya dari pusat. Untuk AMDAL, yang menangani DLH Provinsi,” katanya.

Dikatakan Dilla, secara teknis pengerjaan evakuasi longsoran sudah dilakukan oleh Dinas PUPR Provinsi, tetapi belum maksimal. Harus ada solusi untuk mengatasi longsor.

“Kami lihat PUPR Provinsi sudah mengangkat tanah yang menutup jalan. Tapi tidak bisa seperti itu juga, harus ada tindakan untuk pengolahan di atasnya. Kalau ada yang bertanggungjawab harus dibuatkan turap, paritan dan folder. Jadi air lumpur yang turun di atas bisa ditampung dulu baru bisa turun ke bawah. Ini kan tidak ada pengolahan, longsor begitu saja seperti timbunan tanah, lama- lama tergerus hujan akhirnya longsor ke jalan,” ungkapnya.

Terkait kepemilikan lahan, DLH Samarinda awalnya sempat menduga longsor disebabkan aktivitas sebuah perusahaan tambang batu bara.

Namun, pihaknya masih belum bisa memastikan hal tersebut, karena sejauh ini masih proses koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan pengumpulan dokumentasi.

Baca Juga  Pandemi, Ekspor Karet Kaltim ke Cina Justru Meningkat

“Kemarin kami menduga penyebab longsor dari PT Insani, hanya saja setelah kami panggil PT Insani, pihak mereka memberi foto dari udara bahwa lokasi longsor berada di luar wilayah konsesi mereka. Kami juga belum bisa memastikan ini lahan siapa,” tandasnya.

Ditegaskan Dilla, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk mencari tahu pemilikan lahan.

Penulis : Ningsih

Komentar
Advertisement