src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Kukar Edi Damansyah. (Foto: Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Bupati Kukar Edi Damansyah memastikan, validasi data kemiskinan di Kukar mendekati selesai dan cocok, tinggal aksi penanganan kemiskinan yang akan dijalankan.
Hal ini disampaikannya usai memimpin rapat terbatas penanganan kemiskinan di Kukar, yang melibatkan lintas OPD dengan mengundang, Dinsos dan Bappeda Kukar, Bagian Kesra Sekkab Kukar, serta Dewan Masjid Indonesia(DMI) cabang Kukar.
“Alhamdulillah, validasi datanya sudah mendekati pas, ” sebut Bupati Edi, Senin 15 Agustus 2022, di kantornya.
Validasi data tersebut melibatkan Dinsos, Kecamatan dan dibantu oleh Dewan Masjid Kukar, bagian dari progres Update Data Terpadu Kesejahteraan Sosial(DTKS), sebagai data inti penanganan keluarga pra sejahtera.
“Ada 10 kecamatan yang akan dilakukan percepatan penanganan kemiskinan, ” sebutnya.
Edi mempertegas lagi, penanganan kemiskinan bukan hanya satu OPD yang menangani seperti Dinsos yang menjadi pelaku utama. Tapi penanganan kemiskinan harus dilakukan oleh OPD selain Dinsos.
“Prinsip kerjanya, jangan sendiri-sendiri tapi harus gotong royong, semua stake holder harus terlibat, ” pintanya.
Penyebab kemiskinan di Kukar ada beberapa indikator dan solusinya, seperti, penyebab kemiskinan putus sekolah, maka eksekusinya pemberian beasiswa, atau indikatornya rumah tidak layak huni, maka penanganannya bedah rumah. Jika indikatornya tidak punya akses air bersih, maka akan disambungkan jaringan air bersih.
“Yang terpenting, program kesejahteraan untuk rakyat bisa berjalan dengan baik, sehingga angka kemiskinan di Kukar bisa menurun, ” pungkasnya.
Kadinsos Kukar, Hamli menyebut, Rakor terbatas tersebut, sebagai tindak lanjut Rakor sebelumnya yang sudah dua kali digelar.
“Problemnya dipendataan, diharapkan pendataan DTKS dilapangan harus diselesaikan, ” jelasnya. (Adv128/Andri)