src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Camat Kota Bangun, Mawardi HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Dinilai transaksi jual beli ikan masih minim di Tempat Pelelangan Ikan(TPI) Kota Bangun milik Dinas Perikanan dan Kelautan(DPK)Kukar, Camat Kota Bangun Mawardi mengusulkan, adanya transportasi khusus menjemput ikan dari nelayan secara langsung untuk dibeli.
“Aktifitas jual beli ikan di TPI Kota Bangun masih sepi, ” ucap Marwardi, kepada Headlinekaltim.co
Camat Mawardi menyebut lagi, para nelayan saat ini menjual ikan langsung ke tangan pengepul atau tengkulak, karena kalau harus menjual TPI dibutuhkan biaya tambahan lagi menuju TPI.
“Jika nelayan bisa menjual ke TPI, siapa tahu harga bisa lebih tinggi, dan keuntungan yang didapat nelayan juga banyak, ” sebutnya.
Menanggapi usulan Camat Mawardi, Kepala DPK Kukar, Muslik memastikan, usulan tersebut sulit diwujudkan, mengingat belum ada regulasi yang mendukung kearah tersebut. TPI Kota Bangun sudah berjalan hampir tiga tahun.
“Kayaknya sulit diwujudkan, jika harus diadakan transportasi membeli ikan secara langsung ke nelayan, ” ucapnya.
Bisa saja mewujudkan keinginan tersebut, cuma bukan dari Pemkab Kukar, tapi bisa saja dilakukan oleh pelaku usaha, koperasi atau BUMDes. Kondisi terkini TPI Kota Bangun memang belum terbilang padat transaksi.
“Disana baru ada dua orang pengepul saja, memang aktifitasnya belum bisa dipusatkan di TPI, mengingat jarak titik pengepul ikan yang ada di wilayah hulu jauh-jauh lokasinya, ” tegasnya. (Adv125/Andri)