src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kapolres Samarinda Kombes Pol Arif Budiman saat jumpa pers akhir tahun 2020 (foto: Istimewa/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Selama pandemi COVID-19 bulan Maret 2020, terdapat dua anggota kepolisian dari Polres Samarinda yang meninggal karena virus corona.
Adapun, personil Polres yang masih terpapar COVID-19 dan jalani perawatan isolasi mandiri sebanyak 6 orang.
“Jadi kita bicara COVID-19 di Polresta Samarinda sejak Maret 2020 personil terpapar ada 90. Sampai saat ini yang dirawat usolasi mandiri ada 6 orang. Yang dirawat di rumah sakit tidak ada. Meninggal dunia sebanyak 2 orang,” ujar Kapolres Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, Kamis (31/12/2020) lalu.
Arif menjelaskan kasus sembuh personil Polres Samarinda sebanyak 80 orang. Dari jumlah tersebut, termasuk dirinya yang dinyatakan sembuh dari COVID-19.
“Sembuh 82 orang. Termasuk saya kemarin. Seperti disampaikan kepada Kapolda saya juga kena. Mohon maaf saya kurang komunikasi karena saya harus membatasi diri jangan sampai rekan-rekan kena (corona),” kata Arif.
Arif mengaku proses kesembuhannya dari COVID-19 sangat cepat. Tidak membutuhkan waktu isolasi sampai 14 hari.
“Alhamdulillah diberi kesembuhan tidak sampai 14 hari,” katanya.
Kapolres Samarinda mengimbau kepada jajarannya untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) agar menekan penularan COVID-19.
“Saya mengimbau anggota saya patuhi protokol kesehatan. Menurut saya, diri saya paling patuh prokes. Tapi namanya imun bisa saja kena,” kata Arif.
Arif bercerita dirinya rajin mandi untuk menjaga kebersihan agar tak terpapar COVID-19. Namun, dirinya tetap terkena virus tersebut. Bahkan, bawahannya Kapolsek dan Kasat turut tertular virus tersebut.
“Saya setiap pulang kegiatan selalu mandi, ganti baju. 9 kali kegiatan, 9 kali saya mandi. Berarti COVID-19 itu ada dimana-mana. Kapolsek saya ada yang kena. Kasat saya ada yang kena,” ujarnya.
Dalam menjaga imun tubuh, Arif mengaku lebih bersabar ketika ada masalah. Ia juga mengimbau anggotanya agar tidak marah menghadapi pandemi COVID-19. Ia akan terus memantau setiap anggota polisi yang terpapar Corona.
“Paling penting anggota tidak terlalu banyak marah marah. Nanti imun turun. Disini ada tim kesehatan. Anggota yang isolasi mandiri saya hubungi video call. Kita lihat secara langsung,” katanya.
Penulis: Amin
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim