26.1 C
Samarinda
Friday, July 12, 2024

Sekda Akan Panggil Dinkes Samarinda Terkait Alat Pemeriksaan Darah yang Rusak

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kecamatan Palaran masih menjadi salah satu wilayah di Samarinda yang rentan penyebaran COVID-19.

Bahkan, dari data yang dirilis oleh Dinkes Samarinda, Palaran masuk zona oranye dengan jumlah terkonfirmasi positif cenderung meningkat per harinya.

Sayangnya, fasilitas Hematologi Analyzer yang merupakan alat pemeriksa darah lengkap yang dimiliki oleh PKM Puskesmas Palaran hampir dua bulan ini rusak dan hingga kini tak kunjung diganti. Akibatnya, pelayanan kesehatan terganggu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Sugeng Chairuddin saat diminta konfirmasi terkait kerusakan alat Hematologi Analyzer PKM Puskesmas Palaran yang rusak tersebut mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

Namun demikian, dirinya berjanji akan segera memanggil Plt. Kepala Dinas Kesehatan Samarinda untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

“Rusak? Sejak kapan? Saya belum tahu. Nanti saya cek dulu, setelah ini saya panggil (Kadinkes Samarinda) untuk segera minta penjelasan,” tegasnya, usai menghadiri acara peresmian Rumah Dhuafa, Palaran pada Kamis, 19 November 2020 siang.

Sugeng Chairuddin menyebut masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, memang semua pelayanan kesehatan sangat penting, termasuk fasilitas pendukungnya.

Namun, diakui ada keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah. Tapi untuk alat Hematologi Analyzer PKM Puskesmas Palaran, Sugeng berjanji akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Masa COVID-19 memang semua yang berkaitan dengan pelayanan medis menjadi penting. Nanti segera saya minta penjelasan,” katanya.

Camat Palaran Suwarso menjelaskan untuk PKM Puskesmas Palaran adalah pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang melayani pasien rawat jalan dan rawat inap. Didukung dengan tenaga medis yang lengkap dengan jumlah cukup.

Akibat kerusakan alat pemeriksaan darah di Puskesmas itu, lanjut Suwarso mempengaruhi ketepatan dan kecepatan pengambilan swab maupun PCR.

“Harapan saya segera lah, karena alat ini sangat penting dan ini yang menyebabkan dan mempengaruhi ketepatan, kecepatan pengambilan swab maupun PCR. Sementara di Palaran, kasus penyebaran COVID-19 masih rawan dan Palaran masih zona oranye,” katanya.

Suwarso berharap pemerintah kota segera menindaklanjuti hal tersebut. Namun dia juga menyadari, kondisi pandemi COVID-19 menyebabkan beberapa anggaran terkikis.

Untuk itu, dia juga berharap ada perhatian dari Pemerintah Provinsi Kaltim karena menurutnya ini masuk dalam biaya kedaruratan.

“Mungkin dengan dana kedaruratan, bisa dilaksanakan karena kita harus terus bergerak, tidak boleh kendor. Mumpung semua bersemangat. Mudah-mudahan kalau tidak ada dari Pemkot (anggaran pengadaan,red) mungkin dari provinsi bisa dijangkau. Dengan biaya kedaruratan, perlakuannya berbeda,” pungkasnya.

Penulis: Ningsih
Editor: emha

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER