src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sampah Meningkat, Thamrin Minta Lahan TPA Biduk-Biduk Segera Tuntas

Sampah Meningkat, Thamrin Minta Lahan TPA Biduk-Biduk Segera Tuntas

2 minutes reading
Tuesday, 3 Mar 2026 17:34 36 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pengelolaan sampah di Kecamatan Biduk-Biduk kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, mendesak pemerintah daerah segera menuntaskan pengadaan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang hingga kini belum terealisasi.

Pasalnya, kebutuhan TPA di Biduk-Biduk sudah sangat mendesak. Statusnya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Berau membuat volume sampah terus meningkat seiring tingginya kunjungan wisatawan.

“Produksi sampah di Biduk-Biduk ini sudah cukup besar. Kita ini daerah tujuan wisata. Kalau pengunjung bertambah, otomatis sampah juga bertambah,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, upaya pengadaan lahan TPA sebenarnya telah berproses pada tahun lalu. Lokasi yang direncanakan berada di kawasan Tanjung Perepat. Namun, rencana tersebut batal direalisasikan karena terkendala persoalan teknis, terutama terkait ketidaksesuaian harga antara pemilik lahan dan hasil penilaian appraisal.

“Waktu itu sudah hampir jalan. Tapi karena harga yang diminta pemilik lahan tidak sesuai dengan hasil taksiran appraisal, akhirnya tidak jadi dibayar. Ini yang perlu kita tindaklanjuti kembali,” ujarnya.

Thamrin menilai, Pemkab Berau perlu segera mengambil langkah konkret, baik dengan melanjutkan negosiasi di lokasi sebelumnya maupun mencari alternatif lahan baru yang lebih memungkinkan secara administratif dan anggaran.

Ia mengingatkan, persoalan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada citra pariwisata Berau secara keseluruhan. Jika tidak dikelola dengan baik, tumpukan sampah berpotensi merusak daya tarik destinasi wisata dan menurunkan kenyamanan pengunjung.

“Jangan sampai citra pariwisata kita tercoreng hanya karena persoalan sampah. Ini menyangkut wajah daerah. Kalau lingkungan tidak tertata, wisatawan bisa kapok datang,” katanya.

Selain itu, ia juga menilai bahwa pengadaan TPA bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pengelolaan lingkungan di kawasan pesisir. Terlebih, Biduk-Biduk memiliki ekosistem laut dan pantai yang menjadi andalan sektor wisata Berau.

Politikus PKS ini berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan persoalan ini dalam perencanaan anggaran mendatang. Menurutnya, langkah cepat dan terukur sangat dibutuhkan agar persoalan sampah tidak terus berulang setiap musim liburan.

“Kalau kita serius membangun pariwisata, maka infrastruktur dasarnya, termasuk pengelolaan sampah, harus disiapkan dengan matang,” pungkasnya. (Adv27/Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x