src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Salah satu resort di Pulau Derawan, Kabupaten Berau. (Foto: Riska/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai keterbatasan penginapan saat musim liburan justru menjadi ironi di tengah tingginya minat kunjungan ke destinasi unggulan seperti Pulau Derawan dan Pulau Maratua.
Ia mendorong pemerintah daerah berani menggandeng investor untuk membangun fasilitas akomodasi berbasis kerja sama, agar sektor pariwisata tidak hanya ramai, tetapi juga benar-benar menghasilkan PAD secara berkelanjutan.
“Saat musim liburan, kamar selalu penuh. Bahkan di beberapa momen, wisatawan kesulitan mendapatkan penginapan,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan serupa juga terjadi di sejumlah titik wisata lain seperti Biduk-Biduk, Talisayan, Tanjung Batu hingga kawasan pesisir lainnya. Saat musim ramai, tarif penginapan melonjak drastis, bahkan bisa menembus Rp1,5 juta per malam untuk fasilitas yang biasanya hanya Rp500 ribu.
“Kalau sudah musim liburan, harga tidak terkendali. Ini bisa berdampak pada citra pariwisata kita. Harus ada keseimbangan antara ketersediaan kamar, kualitas layanan, dan stabilitas harga,” tegasnya.
Sumadi berharap Pemerintah Daerah untuk mulai memikirkan pembangunan penginapan melalui skema kerja sama dengan investor. Ia menilai, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan.
Ia mencontohkan sejumlah daerah di Pulau Jawa yang telah menerapkan pola kerja sama antara pemerintah dan investor swasta dalam pembangunan hotel. Salah satunya di wilayah Yogyakarta, hotel dibangun oleh investor namun memberikan kontribusi setoran tetap kepada pemerintah daerah.
“Konsep seperti itu bisa kita terapkan. Pemda siapkan lahan, investor membangun, dan ada sistem bagi hasil ke daerah,” jelasnya.
Selain meningkatkan PAD, skema tersebut dinilai mampu menyerap tenaga kerja lokal serta menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu, pemerintah daerah harus fokus pada pengembangan ekonomi daerah melalui optimalisasi potensi lokal. “Tahun ini dibangun, tahun depan sudah bisa menyumbang PAD,” tegasnya.
Politikus PKS ini berharap ide-ide pengembangan penginapan dan infrastruktur penunjang pariwisata dapat segera dikaji secara serius, khususnya di kawasan strategis seperti di pesisir dan kepulauan.
“Pariwisata kita ini aset besar. Tinggal bagaimana kita kelola dengan konsep yang tepat agar benar-benar berdampak pada peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Adv20/Riska)