src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Tim Gabungan melakukan pembersihan lokasi reruntuhan bangunan di Kelurahan Baru Tengah.(Foto: RRI Samarinda/BPBD kota Balikpapan)HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Peristiwa rumah roboh Balikpapan kembali terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda Kota Balikpapan pada Minggu sore, 8 Februari 2026. Insiden rumah roboh Balikpapan ini terjadi di kawasan Telaga Emas, RT 09, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, dan menyebabkan tiga unit bangunan ambruk. Dampak rumah roboh Balikpapan tidak hanya menimbulkan kerusakan struktural, tetapi juga merenggut satu korban jiwa. Selain korban meninggal, rumah roboh Balikpapan tersebut turut mengakibatkan sejumlah kendaraan tertimbun reruntuhan.
Dilansir dari RRI.co.id, hujan lebat yang disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 18.11 WITA dan memicu bencana rumah roboh Balikpapan di wilayah Balikpapan Barat. Tiga unit bangunan rumah tua yang berada di kawasan Telaga Emas dilaporkan runtuh secara bersamaan setelah mengetahui kondisi bangunan yang sudah lapuk dan tidak kuat menahan terjangan cuaca ekstrem.
Dalam peristiwa rumah roboh Balikpapan tersebut, satu orang warga bernama Anggi (34) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Korban diketahui berprofesi sebagai pedagang dan saat kejadian sedang berteduh di bawah bangunan tua yang kemudian ambruk. Selain korban jiwa, rumah roboh Balikpapan ini juga menyebabkan sedikitnya lima unit kendaraan tertimbun material bangunan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, menyampaikan bahwa pihaknya langsung mengerahkan tim gabungan ke lokasi kejadian segera setelah menerima laporan dari masyarakat terkait rumah roboh Balikpapan tersebut.
“Informasinya bangunan tua tidak berpenghuni, yang kebetulan ada satu orang pedagang berteduh di bawah atapnya dan tertimpa reruntuhan,” ujar Usman Ali
Proses evakuasi korban rumah roboh Balikpapan berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Tim gabungan menghadapi kondisi bangunan yang rapuh, material basah akibat hujan, serta minimnya penerangan karena aliran listrik dari PLN sempat terputus. Selain itu, kepadatan warga yang memadati lokasi kejadian juga sempat menghambat jalannya evakuasi.
Meski demikian, berkat koordinasi lintas instansi, korban rumah roboh Balikpapan akhirnya berhasil dievakuasi. Tim gabungan terdiri dari BPBD Kota Balikpapan, TNI, Polri, Kecamatan Balikpapan Barat, Kelurahan Baru Tengah, Linmas, relawan, masyarakat setempat, serta dukungan dari pihak PLN.
Usman Ali mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi bangunan, khususnya bangunan tua yang sudah lapuk. Ia menegaskan, kejadian rumah roboh Balikpapan ini harus menjadi pelajaran penting agar warga segera melakukan perbaikan atau penguatan struktur bangunan demi mencegah jatuhnya korban di masa mendatang.