23 C
Samarinda
Thursday, August 11, 2022

Rumah Sakit Penuh Pasien COVID-19, Ini Saran Wakil Ketua DPRD Kaltim

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDApan> Dari hari ke hari terjadi peningkatan kasus penularan COVID-19 di Kaltim. Imbasnya, Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan COVID yang ada di Kaltim “kritis”.

Menyikapi kondisi yang terjadi saat di Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan pemerintah daerah kabupaten/kota untuk segera mengantisipasi masalah tersebut.

DPRD Kaltim kata dia, sangat mendorong untuk digunakannya lokasi lain selain rumah sakit untuk menangani pasien COVID-19. Diantaranya dengan memanfaatkan dan memfungsikan kembali hotel Atlet yang ada di GOR Sempaja.

Walaupun diakuinya, dengan kondisi hotel Atletpan> yang saat ini tentu harus banyak melakukan perbaikan-perbaikan. Namun langkah itu dinilai lebih baik, jika tidak mempersiapkan dengan segera lokasi perawatan pasien COVID-19 selain di rumah sakit.

“Kemarin kita mendorong supaya digunakannya hotel Atlet yang ada di Sempaja. Memang yang jadi masalah adalah fasilitas hotel yang saat ini dalam kondisi tidak maksimal. Tapi kan kita juga punya dana untuk perbaikan. Alangkah baiknya Pemprov menaruh sebagian dananya yang diperuntukkan COVID-19 tersebut untuk memperbaiki hotel Atlet, supaya bisa digunakan sebagai tempat isolasi di Kaltim,” ucapnya usai mengikuti rapat tertutup di ruang rapat Gedung E lantai 1 Kantor DPRD Kaltim.

Dikatakan, pihak Pemprov Kaltim sendiri menyambut baik usulan yang disampaikan oleh DPRD Kaltim tersebut. Namun secara pasti, dikatakan Seno Aji, dirinya tidak mengetahui kapan usulan tersebut bisa dikabulkan Pemprov Kaltim.

“Tanggapan provinsi baik. Memang kalau kita memperbaiki butuh waktu. Tapi saya pikir, tidak ada masalah. Dalam waktu 3-4 bulan ke depan. Supaya setelah itu kita bisa gunakan daripada kita bingung mencari tempat yang lain. Karena saat ini juga RSUD AW Sjahranie posisinya sudah hampir 100 persen. RSUD Kanujuso Balikpapan juga begitu,” ujar Seno Aji.

“Makanya kita sampaikan alternatif yang ada. Tapi kita belum tahu, apakah pelaksanaannya atau bagaimana? Apakah segera menurunkan anggaran ke sana untuk perbaikan atau apa? Nanti kita diskusikan lebih lanjut,” tutupnya. (Advetorial)

Penulis : Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU