src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Prevalensi Stunting 23,4 Persen, DPRD Nilai Penanganan Stunting Belum Maksimal

Prevalensi Stunting 23,4 Persen, DPRD Nilai Penanganan Stunting Belum Maksimal

2 minutes reading
Friday, 27 Feb 2026 20:28 61 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Angka stunting di Berau masih berada di kisaran 23,4 persen. Hal ini menjadi sorotan serius Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. Ia menilai, persoalan ini bukan sekadar isu kesehatan, melainkan ancaman nyata bagi kualitas generasi masa depan daerah.

Menurutnya, stunting tidak bisa dipandang sebagai masalah rumah sakit semata. Meski berkaitan erat dengan kondisi kesehatan ibu dan anak, persoalan ini juga menyentuh aspek gizi, sanitasi, pola asuh, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.

“Prevalensinya masih 23,4 persen. Ini angka yang cukup besar dan harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya.

Ia menekankan, tingginya angka tersebut menjadi alarm bahwa upaya penanganan stunting belum bisa dianggap selesai. Dibutuhkan kerja kolektif lintas sektor, mulai dari fasilitas layanan kesehatan, pemerintah kampung, hingga peran aktif masyarakat.

Politikus PKS ini juga mengingatkan bahwa dampak stunting bersifat jangka panjang. Anak yang stunting berisiko mengalami hambatan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas sumber daya manusia Berau ke depan.

“Kalau kita ingin Berau maju, generasinya harus sehat dan kuat sejak dini. Maka stunting ini harus kita pikirkan bersama, tidak bisa hanya dibebankan pada satu instansi,” ujarnya.

Ia mendorong agar intervensi dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, pengawasan tumbuh kembang balita, hingga edukasi keluarga terkait pola makan dan kebersihan lingkungan. Selain itu, dukungan anggaran dan pengawasan program juga dinilai penting agar penanganan berjalan efektif.

Sumadi berharap, dengan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, angka stunting di Berau bisa ditekan secara bertahap. “Menurunkan stunting bukan sekadar mengejar target statistik, tetapi investasi jangka panjang demi masa depan daerah Kabupaten Berau,” tutupnya. (Adv22/Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x