src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua Bawaslu Samarinda Abdul Muin. (ningsih)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ketua Bawaslu Kota Samarinda Abdul Muin mengingatkan soal potensi kecurangan Pemilu bisa terjadi di seluruh kecamatan di Samarinda.
“Potensi pelanggaran bisa saja terjadi di semua kecamatan,” ucapnya ditemui usai mengikuti kegiatan sosialisasi oleh KPU Samarinda, Sabtu 25 Maret 2023.
Untuk itu, kata dia, perlu dilakukan antisipasi pencegahan terjadinya kecurangan Pemilu di setiap Daerah Pemilihan (Dapil). Termasuk peran berbagai elemen juga dibutuhkan untuk menjaga kondusivitas daerah saat pelaksanaan kegiatan Pemilu 2024 mendatang.
“Kita lebih berusaha mengedepankan pencegahan, makanya unsur pengawasan kita optimalkan. Kuncinya ada 3, masyarakatnya, peserta pemilu dan penyelenggara. Kalau 3 elemen ini memiliki komitmen yang sama untuk menyelenggarakan azas regulasi yang ada, kami yakin pelaksanaan Pemilu ke depan bisa berjalan lancar,” katanya.
Bawaslu Samarinda, lanjut Abdul Muin, juga telah menggandeng pihak kepolisian dan kejaksaan melalui Gakkumdu guna mengantisipasi hingga mengatasi berbagai persoalan yang muncul selama proses Pemilu berlangsung.
“Kita berkoordinasi dengan kepolisian. Kita juga sinkronkan beberapa potensi karena kepolisian punya pemetaan sendiri, dimana saja lokasi yang kita duga akan menumbuhkan potensi,” terangnya.
“Untuk pelaksanaan Pemilu 2024, struktur Gakkumdu itu, 9 petugas Kejaksaan, 9 petugas kepolisian dan 10 petugas dari internal Bawaslu. Tugasnya melakukan proses penanganan dugaan pelanggaran Pemilu. Tapi yang penting adalah bagaimana semua elemen bersama-sama agar pelaksanaan Pemilu berjalan kondusif,”pungkasnya.(**)
Penulis : Ningsih