src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pengurus PWI Kukar Kongkow Bareng Akhir Tahun, Berdiskusi Lalu Saling "Bantai" di Arena Paint Ball

Pengurus PWI Kukar Kongkow Bareng Akhir Tahun, Berdiskusi Lalu Saling “Bantai” di Arena Paint Ball

waktu baca 2 menit
Sabtu, 30 Des 2023 21:37 199 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Jelang pergantian tahun, PWI Kutai Kartanegara menggelar media gathering yang diikuti seluruh pengurus, Sabtu 30 Desember 2023  di lokasi wisata Ladaya Mangkurawang, Tenggarong.

Acara diisi talk show dan diskusi yang menghadirkan Wakil Ketua PWI Kaltim Abdurahman Amin. Ketua dan Sekretaris PWI Kukar, Bambang Irawan dan Andi Wibowo hadir bersama Kasi Humas Polres Kukar, IPTU Prapto, serta perwakilan Diskominfo Kukar.

Rahman, sapaannya, memaparkan PWI merupakan organisasi wartawan tertua di Indonesia karena lahir satu tahun setelah Indonesia Merdeka. Pernah menjadi organisasi tunggal wartawan, sebelum era reformasi, PWI menjadi kiblat apa pun yang menyangkut dunia kewartawanan seperti  meliput berita yang harus mendapatkan izin atau rekomendasi dari PWI.

“Setelah reformasi, organisasi wartawan sudah banyak terbentuk, dan PWI tidak lagi monopoli atau satu-satunya yang mengatur dan melindungi wartawan,” ucapnya.

Profesi wartawan, menurut Amin, yang sangat bebas atau terbuka memang butuh panduan kode etik dan perilaku. Terlebih lagi, wartawan tidak seperti ikatan profesi lainnya semisal dokter yang harus berlatar pendidikan linier.

Latar pendidikan apa saja, bisa menjadi wartawan. Dia mencontohkan lulusan perguruan tinggi agama di Samarinda justru mendominasi jumlah wartawan.

Dia berpesan agar wartawan harus menjaga posisi sebagai pekerja profesional.

“Bisa akrab dengan Bupati, Kapolres dan Ketua DPRD, jangan malah merasa jadi  bawahan mereka. Padahal posisi wartawan sejajar dengan para pejabat karena wartawan adalah anak kandung Demokrasi,” sebutnya.

Selain itu, bisnis media, kata Amin, sebagai bisnis kepercayaan dan membangun kepercayaan butuh waktu yang lama. Dalam pola bisnis, ada juga perusahaan media meraup untung besar, tapi pengaruhnya kecil di publik. Sebaliknya, ada media kecil tapi pemberitaannya besar dan mampu memengaruhi publik.

Ketua PWI Kukar, Bambang Irawan menyebut, media gathering hari ini sebagai ajang silaturahmi akhir tahun melepas penat selama menjalankan tugas sebagai wartawan. Diskusi menjadi ajang edukasi dan berbagi ilmu antarwartawan terkait kode prilaku wartawan ketika menjalankan tugas sebagai wartawan.

“Kegiatan ini baik sekali, semoga tahun depan agenda serupa akan kita gelar kembali,” jelasnya.

Usai diskusi, para pengurus PWI Kukar larut dalam keseruan permainan perang-perangan beregu alias paint ball. Rekan sehari-hari dalam mencari berita terpaksa menjadi lawan yang harus ditembak dan tim dikalahkan.

“Seru pokoknya. Saya sempat kena tembak di kepala. Head shot,” ungkap Supri, salah satu pengurus PWI Kukar yang sempat berjuang sendiri dan terkepung usai rekan-rekannya dihabisi lawan.(Andri)

LAINNYA
x