src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Wali Kota Samarinda Salurkan Buku Gratis di SD 17 Palaran

Wali Kota Samarinda Salurkan Buku Gratis di SD 17 Palaran

3 minutes reading
Monday, 14 Jul 2025 23:04 181 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda memperkenalkan inisiatif baru berupa distribusi buku Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan bantuan perlengkapan sekolah yang ditujukan untuk tingkat SD, SMP, PAUD, hingga Pendidikan Non Formal (PNF) pada tahun ajaran 2025. Program ini secara simbolis dimulai melalui sebuah seremoni yang berlangsung di SD Negeri 017 Palaran, Kecamatan Palaran, Kelurahan Bukuan, Senin 15 Juli 2025.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan bahwa program ini merupakan respons konkret atas keluhan masyarakat terkait biaya tambahan pendidikan, terutama untuk pembelian buku LKS yang selama ini menjadi beban bagi siswa dan orang tua.

“Hari ini kita melakukan simbolisasi pembagian buku LKPD kepada siswa. Untuk jenjang SD terdapat tujuh paket buku, sedangkan di SMP ada 10 paket. Ini sebagai bentuk respon Pemkot terhadap keluhan masyarakat terkait pembelian buku yang selama ini dilakukan lewat penerbit ataupun fotokopi,” ujar Andi Harun.

Lebih lanjut, Andi mengungkapkan bahwa sempat ada wacana membeli buku langsung dari penerbit. Namun setelah dihitung, opsi tersebut memerlukan anggaran hingga Rp82 miliar. Sebaliknya, dengan mencetak sendiri buku LKPD yang disusun oleh para guru, Pemkot hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp16 miliar.

“Kita bisa menghemat lebih dari Rp70 miliar. Ini menjadi contoh bahwa kita bisa menyediakan buku berkualitas tanpa bergantung pada penerbit. Guru-guru kita punya kapasitas untuk menyusun konsep bukunya sendiri,” tegasnya.

Saat dimintai tanggapan terkait kebijakan mencetak buku secara mandiri, ia menegaskan bahwa langkah tersebut sah untuk dilakukan. Ia juga mengkritik pola lama yang terlalu bergantung pada pembelian buku jadi tanpa mempertimbangkan potensi penghematan anggaran yang sebenarnya bisa dicapai melalui produksi mandiri.

“Pengadaan buku boleh. Selama ini kita terlalu dimanjakan dengan membeli buku terus-menerus. Padahal kita bisa cetak sendiri,” katanya.

Di samping penyediaan buku, Pemkot Samarinda juga menyalurkan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah untuk peserta didik dari keluarga kurang mampu. Namun, pemberian bantuan ini dilakukan secara terarah dan selektif agar tidak menimbulkan ketergantungan yang justru kontraproduktif.

“Kita tidak bisa menerapkan prinsip charity secara menyeluruh. Kita utamakan mereka yang benar-benar membutuhkan. Kalau perlu, yang mampu bisa membantu yang tidak mampu. Ini adalah bentuk keadilan sosial yang ingin kita wujudkan,” jelasnya

Andi Harun menjelaskan terkait pemilihan lokasi peluncuran di SD Negeri 017 Palaran juga memiliki alasan khusus. Menurutnya, kegiatan ini sengaja digelar di wilayah pinggiran kota agar sekolah-sekolah yang belum mendapatkan fasilitas memadai turut mendapatkan perhatian.

“Pada umumnya, kegiatan peluncuran seperti ini dilangsungkan di sekolah-sekolah yang fasilitasnya sudah memadai. Namun, saya sengaja memilih sekolah di wilayah pinggiran agar bisa melihat langsung kondisi riil di lapangan. Di SD 017 Palaran ini, masih terdapat bangunan berbahan kayu dan area halaman yang belum memenuhi standar. Karena itu, tahun ini akan disiapkan desain perencanaannya dan pembangunannya akan dilakukan tahun depan,” pungkasnya. (msd)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x