Beranda BUMI ETAM Pengoperasian Bilik Disinfektan Kendaraan Tunggu Hasil Audit BPKP

Pengoperasian Bilik Disinfektan Kendaraan Tunggu Hasil Audit BPKP

Bilik disinfektan mobil yang dibeli Dinkes PPU. (Foto: Teguh/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) membeli empat unit bilik disinfektan khusus mobil untuk pencegahan penyebaran COVID-19.

Bilik disinfektan tersebut diketahui dipasang pada awal Juli 2020 di Jalan Provinsi Km 9, tepatnya di depan Mapolres PPU, RSUD Ratu Aji Putri Botung, serta pintu masuk ke Kabupaten PPU seperti Kecamatan Babulu dan Kecamatan Sepaku.

Bili disinfektan telah selesai dirakit serta siap untuk digunakan. Namun, Dinkes PPU belum mengoperasikan karena masih menunggu hasil audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Tim dari BPKP sudah turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan tersebut. Namun, hasil auditnya belum keluar,” terang Kepala Dinkes PPU Arnold Wayong, Rabu 21 Oktober 2020.

Advertisement

Rencananya, sambung Arnold, bilik disinfektan untuk mobil akan dioperasikan setelah hasil audit diterima oleh Dinkes PPU. “Diperkirakan dalam minggu ini hasil audit BPKP sudah keluar,” tambahnya.

Untuk membeli empat bilik disinfektan mobil itu, Dinkes PPU mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar. Jadi, harga bilik disinfektan tersebut senilai Rp 500 juta per unit. Namun, dalam proses pembayaran kepada pihak ketiga akan menyesuaikan hasil audit BPKP. “Pembayarannya nanti berdasarkan angka terakhir yang dikeluarkan oleh BPKP,” jelas Arnold.

Arnold juga menjelaskan, pengadaan bilik disinfektan khusus mobil tersebut bersumber dari anggaran penanganan COVID-19. Dana dibayarkan kepada pihak ketiga baru sebesar 20 persen. “Baru uang muka yang dibayarkan,” pungkasnya.

Baca Juga  Harga Bahan Pokok di PPU Mulai Stabil

Diketahui, selain pengadaan bilik disinfektan untuk kendaraan, ada juga  pengadaan chamber atau bilik sterilisasi untuk manusia sebanyak 100 unit. Bilik sterilisasi ini juga telah terpasang di kantor pemerintahan, instansi vertikal, dan tempat umum. Anggaran pengadaan 100 unit bilik tersebut sebesar Rp2,9 miliar.

Penulis: Teguh

Komentar
Advertisement