23.2 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Penebar Surat Teror di Sejumlah Masjid juga Curi Kotak Amal, Ngaku Stres karena Impitan Ekonomi

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Pelaku aksi teror berupa surat bernada ancaman terhadap sejumlah pengurus Masjid ternyata juga mencuri kotak amal. Dia sudah beraksi di wilayah Kecamatan Loa Janan, Loa Kulu dan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pada Senin 30 Mei 2022, tersangka yang mengaku bernama Muhammad Maslih akhirnya ditangkap tim Aligator Polres Kukar.

Polres Kukar menunjukkan barang bukti milik tersangka pelaku teror. (Andri)

“Karena yang bersangkutan membuat resah publik Kukar, kita menangkap pelaku penyebar ancaman teror dan pencuri kotak amal. Pelaku kita tangkap di Masjid Al-Muttaqin KM 5 Timbau Tenggarong, Selasa 31 Mei 2022 pukul 01.00 WITA,” ucap Kapolres Kukar, AKBP Arwin Amrih Wientama, didampingi Kasatreskrim AKP Ganda Syah dan Kasubag Humas AKP I Ketut Kartika, Selasa 31 Mei 2022 sore di halaman Mapolres Kukar.

Barang bukti yang disita jajaran Polres Kukar berupa sarung, batu, sepeda motor, kertas fotokopi surat berisi ancaman, dan kotak amal Langgar Al-Huda Timbau, Tenggarong.

Kapolres menyebut, berdasarkan pengakuan Maslih, dia berbuat seperti itu akibat stres terhimpit masalah perekonomiankarena tidak ada keluarga yang memperhatikan kehidupannya.

Bahkan, pelaku mengaku sudah beberapa kali masuk rumah sakit jiwa. “Yang jelas, akan ada pendalaman lebih lanjut karena pelaku dalam kondisi labil, ” ucapnya.

Kapolres meminta kepada pengurus masjid yang merasa dirugikan atau kehilangan kotak amal untuk bisa menghubungi Polres Kukar. Ini guna mengungkap, apakah pelaku beraksi sendiri atau atau dibantu orang lain.

“Biasanya masjid ada rekaman CCTV, jika ada yang merasa kehilangan kotak amal, maka kita akan ungkap kasus tersebut, ” jelasnya.

Maslih dalam keadaan tangan terborgol sempat meminta polisi untuk melepaskannya. Dia mengaku tidak bersalah dan sering lupa ingatan.

Meski mengaku sudah 10 kali masuk RSJ, Maslih membenarkan apa yang diperbuatnya berupa tindakan teror ancaman kepada pengurus masjid yang didatanginya serta mencuri kotak amal.

“Dari hasil curian kotak amal, saya tidak makan sendirian, tapi saya bagikan ke orang lain dan teman yang membutuhkan. Duit juga dipakai untuk memfotokopi kertas ancaman,” ucapnya.

Pria ini juga mengklaim apa yang diperbuatnya sebagai bentuk protes kepada pemimpin yang tidak peduli terhadap rakyatnya.

“Coba lihat anggota DPR dibuatkan rumah mewah, tapi tidak ditempati, tapi masih banyak masyarakat yang miskin yang tidak miliki rumah, ” sebutnya lagi.

Pelaku menyebut dirinya memiliki istri dan anak di Jakarta dan Balikpapan. Dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, dirinya harus meminta-minta kepada orang.

“Jika saya lapar, saya minta makan ke warung makan karena tidak punya uang, ” ucap lelaki yang mengaku tinggal di Handil, Kecamatan Samboja.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU