22.6 C
Samarinda
Thursday, December 1, 2022

Pemkab Fokus Turunkan Angka Kasus Stunting

banner pemkab Berau

HEADLINEKALTIM.CO,TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus fokus dalam menekan angka kasus stunting. Hal ini bertujuan untuk menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.

Sekda Berau, M Ghazali mendorong peran aktif dari berbagai pihak untuk bersinergi dalam menekan angka kasus stunting.  Hal ini pemting untuk menjadi ajang diskusi bersama.

“Karena ini menyangkut SDM di masa depan. Saya bilang dari awal stunting ini mulai dari pra nikah. Bagaimana kesiapan umur dan lain-lain, sehingga ini menjadi sangat penting untuk menciptakan generasi yang berkualitas nantinya,” jelasnya pada Rabu, 5 Oktober 2022 saat menghadiri Diskusi Identifikasi Lokus Audit Kasus Stunting Semester 2.

Disampaikannya, ada 5 polar strategi nasional percepatan penurunan stunting. Pertama, Peningkatan komitmen, dan visi kepemimpinan. Kedua, peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga, peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan sensitif. Keempat, peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat. Kelima, penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi riset, dan inovasi.

“Kita lakukan penyuluhan, jadi kasus stunting ini harus kita tuntaskan. untuk itu dilakukan dengan cara memantau, evaluasi dan pelaporan serta rencana tindak lanjut,” ucapnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau, Rabiatul Islamiah menyampaikan, di Berau ada 10 lokus dengan resiko stunting yang cukup tinggi.

“Tahun 2022 ada 10 lokus, di bulan September itu sudah turun jadi 20 persen,” ucapnya.

Disampaikannya, penting dalam menjaga pola hidup sehat agar mempengaruhi penurunan angka kasus stunting.

Beberapa minggu kedepan, pihaknya akan menurunkan tim dan mengadakan evaluasi di Kecamatan Gunung Tabur, tepatnya di Kampung Maluang.

“kami juga harap ke depannya, kepala OPD di Kabupaten Berau bisa menjadi bapak asuh dalam kasus penurunan angka stunting,” pungkasnya. (Adv)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -