src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pawai HUT ke-81 RI Ditiadakan, Warga Samarinda Tetap Bisa Nikmati Karnaval Topeng Bulan Depan

Pawai HUT ke-81 RI Ditiadakan, Warga Samarinda Tetap Bisa Nikmati Karnaval Topeng Bulan Depan

waktu baca 4 menit
Rabu, 19 Agu 2026 21:46 15 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Rencana Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) menggelar Mahakam Mask Carnival pada 30 Agustus 2026 batal terlaksana. Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkap agenda karnaval topeng tersebut diundur ke tanggal 27 September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Sedunia.

Dijelaskannya, kegiatan tersebut sejatinya lahir dari inisiatif Dispar Kaltim untuk mengisi kekosongan agenda publik menyusul keputusan Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim yang meniadakan pawai dalam perayaan HUT ke-81 RI tahun ini.

Faisal saat itu menegaskan langkah tersebut bukan bentuk pengambilalihan agenda Pemprov, melainkan murni inisiatif Dispar merespons keinginan berbagai komunitas yang tetap ingin memeriahkan momen kemerdekaan lewat kegiatan publik berskala terbatas.

Namun, rencana tersebut akhirnya bergeser seiring munculnya rencana Festival Merah Putih yang digelar Pemprov Kaltim pada pekan terakhir Agustus. Faisal menjelaskan, animo berbagai pihak untuk turut menggelar pawai maupun kegiatan serupa ternyata cukup tinggi, sehingga jika dipaksakan berjalan bersamaan, kegiatan-kegiatan tersebut akan menumpuk dalam waktu yang berdekatan.

“Ternyata animo dari Pemprov maupun Pemkot itu banyak ingin membuat pawai, walaupun pawai spesifik terbatas-terbatas. Tapi menumpuk nanti di bulan Agustus, sehingga kami memutuskan kita akan undur ke Hari Pariwisata Nasional, Hari Pariwisata Sedunia tanggal 27 September,” ujar Faisal saat diwawancarai Rabu, 19 Agustus 2026.

Ia memastikan pengunduran jadwal ini bukan berarti Samarinda kehilangan momen pawai sama sekali sepanjang Agustus. Sebab, beberapa kelompok masyarakat tetap menggelar pawai maupun kegiatan jalan santai secara mandiri di luar agenda resmi Dispar.

Soal konsep, Mahakam Mask Carnival nantinya akan diisi tiga sub kegiatan utama, yakni lomba parade drum band antarpelajar, festival seni pencak silat yang melibatkan berbagai perguruan silat, serta partisipasi komunitas seni dan budaya umum yang bebas mengenakan topeng apa saja, mulai dari topeng tradisional hingga kostum karakter populer. Ditargetkan sekitar 2.000 penonton akan hadir menyaksikan rangkaian atraksi tersebut.

Berbeda dari konsep karnaval pada umumnya, rute yang disiapkan tahun ini sengaja dibuat lebih pendek, hanya sekitar dua hingga tiga kilometer dari Taman Samarendah menuju halaman parkir Kantor Gubernur Kaltim. Faisal beralasan rute pendek ini dipilih agar peserta, termasuk para pembawa kostum besar, tidak kelelahan dan tetap bisa tampil maksimal tanpa terganggu kondisi kepanasan akibat rute yang terlalu jauh.

“Kita ambil rute pendek saja dari Taman Samarendah ke Kantor Gubernur. Setelah itu silakan berekspresi di halaman parkir, kita sediakan panggung kecil dan matras untuk beratraksi,” jelas dia.

Faisal menyebut kegiatan tahun ini masih berstatus sebagai embrio atau sosialisasi awal, dengan target lebih besar disiapkan untuk tahun depan lewat konsep Pawai 1001 Topeng Nusantara. Rencananya, panitia akan menghadirkan berbagai jenis topeng dan representasi budaya dari seluruh Indonesia sebagai daya tarik promosi pariwisata Kaltim di tingkat nasional.

Di luar Mahakam Mask Carnival, Dispar Kaltim turut menggelar rangkaian kegiatan Goes Wisata pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sebagai bagian dari kalender kegiatan Agustus-an yang sebelumnya juga mencakup pengibaran bendera di Pulau Miang, susur sungai, lomba fotografi, dan lomba film pendek.

Rute Goes Wisata dimulai dari Kolam Ulin di kawasan PM Noor, melewati Batapus, singgah di Kata Cafe, dilanjutkan ke Rumah Ulin Arya untuk beristirahat, mampir ke Nauren Mini Garden, dan berakhir dengan minum jamu gratis di Jamu Cap Nyonya Kaya.

Faisal menyebut animo peserta jauh melampaui perkiraan awal. Dari target 200 peserta, jumlah pendaftar sudah mencapai sekitar 290 orang dan terus bertambah menjelang penutupan pendaftaran pada Jumat mendatang. “Sudah melampaui target, target kami hanya 200 saja, ternyata animonya cukup banyak dan masih terus bertambah,” sebutnya.

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan ini diklaim Faisal tidak menggunakan anggaran APBD sama sekali, melainkan murni mengandalkan kolaborasi dan dukungan sukarela dari berbagai pihak, mulai dari pengelola tempat wisata, kafe, hingga instansi keamanan dan kesehatan yang turut membantu pengamanan jalannya kegiatan.

“Ya, pakai duit, cuma saya tidak dalam bentuk nilai nominal duit. Semua kan bantu, ada yang sediakan minum, sarapan, buah-buahan, bahkan mobil pikap untuk evakuasi sepeda kalau ada masalah,” demikian Faisal. (Retno)

LAINNYA
x