34 C
Samarinda
Friday, September 24, 2021

Pabrik Kayu Lapis Terbakar Hebat, Karyawan Kocar-kacir

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDAKebakaran hebat melanda perusahaan kayu lapis, PT Sumalindo yang berada di kawasan Jalan Ciptomangunkusumo, Sengkotek, Samarinda Seberang sekira pukul 20.30 WITA pada Rabu 4 Agustus 2021.

Dugaan sementara, sumber api berasal dari sebuah bangunan yang merupakan gudang logistik tempat penyimpanan tabung-tabung elpiji dan tempat pengisian nitrogen, yang berada di bagian tengah pabrik.

Belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut karena masih ditangani oleh pihak kepolisian.

Dalam waktu singkat, api membesar di kawasan tersebut. Dari dalam gudang terdengar beberapa kali suara ledakan. Sementara api terus merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Tak ayal, ratusan karyawan yang saat kejadian masih berada di dalam lokasi pabrik, panik. Mereka berhamburan ke luar mencari tempat yang lebih aman.

Petugas gabungan pemadam kebakaran yang berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, PMK Swasta, Balakarcana Samarinda, relawan bahu membahu menjinakkan api yang terus membesar.

Hingga pukul 21.37 WITA, api semakin membesar dan belum dapat tertangani. Puluhan petugas pemadam gabungan pun tak menyerah, mereka terus berupaya melakukan pemadaman, kendati bahaya mengancam karena banyaknya bagian bangunan yang mudah roboh akibat “dimakan” api.

Kendala lain yang dihadapi petugas gabungan pemadam adalah jauhnya titik lokasi yang terbakar, di bagian tengah bangunan yang nyaris roboh sehingga petugas harus berhati-hati untuk menjangkaunya.

Selain itu, jauhnya sumber air semakin menyulitkan upaya pemadaman. Humas Disdamkar kota Samarinda Hery Suhendra mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih berupaya melakukan pemadaman api.

“Iya, masih terus dilakukan (pemadaman api di lokasi kejadian, red),” tulisnya membalas pesan WhatsApp headlinekaltim.co.

Hingga berita ini dibuat pukul 22.12 WITA, api masih terus berkobar. Hingga saat ini belum diketahui apakah ada korban jiwa pada musibah kebakaran tersebut.

Penulis : Ningsih
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

Komentar