Beranda BUMI ETAM Nomor Telepon Pelapor Andi Harun Tak Aktif, Bawaslu: Aduan Belum Bisa Ditindaklanjuti

Nomor Telepon Pelapor Andi Harun Tak Aktif, Bawaslu: Aduan Belum Bisa Ditindaklanjuti

Ketua Bawaslu Samarinda Abdul Muin. (foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dugaan pelanggaran kampanye menerpa pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda  nomor urut 2, Andi Harun-Rusmadi Wongso.

Andi Harun dilaporkan oleh tiga warga. Pelapor pertama bernama Gani. Laporan tertulisnya menerangkan bahwa saksi-saksi yang terdiri dari atlet dan pelatih penerima asuransi, hadir dalam acara yang diduga dimanfaatkan calon wali kota sebagai ajang kampanye.

Dalam laporan itu, Andi Harun yang juga ketua Partai Gerindra Kaltim diduga memanfaatkan acara penyerahan simbolis asuransi bagi atlet dan pelatih PON XX 2021 dan pembukaan penataran pelatih di Ballroom Hotel Harris Samarinda, yang digelar pada Selasa 17 November lalu. Kala acara, Andi terlihat mengacungkan dua jarinya.

Advertisement

Adapun identitas pelapor kedua dan ketiga masing-masing bernama Didit dan Hendra, juga perkara yang sama.

Ketua Bawaslu Samarinda Abdul Muin mengatakan pihaknya mengalami kesulitan saat akan meminta keterangan yang lebih detail terkait dugaan pelanggaran kampanye itu.

Dia beralasan, pelapor ternyata bukan orang yang melihat langsung dugaan pelanggaran. Sedangkan pelapor kedua dan ketiga, juga tidak dapat menjelaskan maksud dan tujuan laporan yang disampaikannya ke Bawaslu. “Karena tidak jelas, untuk masuk ke tahap registrasi belum bisa kita lakukan,” ucapnya.

Tugas Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu, terang dia, wajib berpegang pada aturan yang berlaku. Tentunya, dalam menerima aduan, Bawaslu harus melihat kelengkapan alat bukti untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami butuh pembuktian, makanya saya bilang kepada para pelapor, kita butuh kerja sama. Bukti-bukti, jadi bisa melakukan penelusuran,” terang Muin sapaan akrabnya.

Setelah menerima aduan tersebut, Bawaslu mencoba berkoordinasi dengan melalui nomor telepon yang diberikan oleh masing-masing pelapor. Namun, nomor yang diberikan ternyata tidak dapat dihubungi.

“Kami coba koordinasi dengan menghubungi mereka, tapi nomor handphone-nya tidak aktif,” pungkas Muin.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

Komentar
Advertisement