23 C
Samarinda
Thursday, August 11, 2022

Ngeri! 903 Kasus COVID-19 Dalam Sehari di Kaltim

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDApan> Ngeri. Pertambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 baru di Kalimantan Timur hari ini, Rabu 3 Februari 2021 bukukan rekor terbanyak sejak pandemi ini berlangsung. Tercatat ada 903 kasus positif COVID-19 yang terbagi di 10 kabupaten/kota.

Penambahan jumlah kasus positif pada hari ini merupakan yang tertinggi dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Berdasarkan data update harian perkembangan COVID-19 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim per Rabu hari ini mencatat, total jumlah kasus COVID-19 di Kaltim sudah mencapai 42.924 kasus.

Sementara total kasus sembuh mencapai 33.934 kasus atau ada peningkatan kasus sembuh sebanyak 502 kasus hari ini. Total pasien yang dirawat sebanyak 7.959 kasus atau bertambah sebanyak 388 kasus per hari ini. Dan total kasus kematian akibat COVID-19 sebanyak 1.031 kasus atau bertambah sebanyak 13 kasus per hari ini.

Dari penambahan 903 kasus baru COVID-19 baru, terbanyak disumbang dari Kota Balikpapan sebanyak 263 kasus, Kukar 142 kasus, Bontang 137 kasus, Samarindapan> 91 kasus, Paser 88 kasus, Berau 84 kasus,  Kubar 48 kasus, Kutim 36 kasus, PPH 13 kasus, Mahulu 1 kasus.

Kasus sembuh terjadi sebanyak 502 kasus, tertinggi di Balikpapan 121 kasus, Berau 94 kasus, Kubar 76 kasus, Bontang 65 kasus, Samarinda 44 kasus, Mahulu 43 kasus, Paser 25 kasus, Kutim 16 kasus,  Kukar 11 kasus, PPU 7 kasus.

Sedangkan kasus kematian hari ini 13 kasus, terjadi di Balikpapan 8 kasus,  di Kukar dan Kutim masing-masing 2 kasus, Bontang 1 kasus. Namun yang sedikit menggembirakan adalah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kembali menjadi zona oranye setelah beberapa minggu menyandang zona merah. Sedangkan 9 Kabupaten/kota lainnya masih menjadi zona merah COVID-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan, Pemerintah Kabupaten/Kota diminta untuk lebih mengintensifkan pengawasan serta pendisiplinan protokol kesehatan di tingkat lapang bagi masyarakat.

Menurutnya, mobilitas dan interaksi penduduk yang tinggi memicu terjadinya kerumunan. Ini yang menjadi pemicu meningkatnya kasus COVID-19. Untuk itu, pemerintah sangat menekankan gerakan 5M yang bermakna sebagai gerakan pelengkap 3M. “Tetap memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi,” pesannya.

Penulis : Ningsih

Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU