src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pencarian terhadap Katiman (66), nelayan yang hilang melaut berakhir tanpa hasil. (ist/basarnas)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Nelayan asal Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau, Katiman (66) tak kunjung ditemukan hingga hari Senin 15 Januari 2024 yang merupakan hari terakhir operasi pencarian. Pada pukul 18.30 WITA, Badan SAR Nasional Kalimantan Timur resmi menutup operasi pencarian terhadap korban yang dimulai sejak Selasa, pekan lalu.
Sempat ada setitik asa pada hari terakhir operasi tersebut. Sebab, pada pukul 16.10 WITA, tim SAR menerima informasi penemuan bangkai kapal yang digunakan korban untuk pergi melaut sendiri. Tim kemudian segera ke lokasi penemuan dan tiba pada pukul 17.10 WITA.
Saat tim tiba dan melakukan pengecekan, korban tidak ditemukan di dalam puing kapal tersebut. Pencarian dilanjutkan dengan menyisir area tersebut, hasilnya tetap nihil.
“Pada pukul 18.30 WITA, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing. Operasi hari ketujuh diusulkan ditutup dengan hasil tidak menemukan keberadaan korban atas nama Katiman, laki-laki umur 66 tahun. Seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing,” beber Kepala Basarnas Kaltim Melkyanus Kotta dalam keterangan resmi.
Sejumlah unsur terlibat dalam operasi pencarian. Mulai dari Unit Siaga SAR Berau, personel Polairud, TNI AL, BPBD Berau, PMI Berau hingga warga dan kerabat korban.
Diketahui, Katiman berangkat melaut pada hari Minggu 7 Januari 2024 sekitar pukul 08.00 WITA. Pria ini sendirian melaut dengan menggunakan perahu dompeng.
“Korban biasanya pulang dari melaut sekitar pukul 18.00 WITA. Namun, karena tak kunjung pulang ke rumah dari melaut sehingga keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tabalar,” beber Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat.
Bangkai kapal milik korban juga ditarik oleh kapal petugas tim gabungan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Saya imbau kepada masyarakat, apapun aktivitasnya yang berhubungan dengan sungai, danau dan laut wajib menggunakan alat pelampung, memiliki alat komunikasi dan jangan bepergian sendirian karena kondisi cuaca sekarang tidak menentu,” pesan Nofian. (amal/riska)
Ikuti Saluran whatsapp Headline Kaltim dan Google News Headline Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya