src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HM Syafranuddin. (Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Virus Corona varian Delta (B.1.617.2) dipastikan telah masuk di Kaltim sejak bulan Juni lalu. Ini terbukti dari hasil pemeriksaan sampel sejumlah pasien yang menjalani perawatan di RSUD AW Sjahranie Samarinda pada Juni silam ke Litbangkes Kemenkes RI.
“Di Kaltim, informasinya varian Delta ini ada. Setelah dilakukan pemeriksaan sampel dari sejumlah pasien yang sedang dirawat di RSU AW Syahrani bulan Juni lalu ke Litbangkes,” ucap Kepala Biro Humas Setdaprov Kaltim HM Syafranuddin pada headlinekaltim.co, tadi malam.
Untuk itu, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder yang terlibat dalam hal penanganan COVID-19.
Termasuk, terkait persoalan meningkatnya jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit sejak beberapa minggu terakhir ini.
Juru Bicara Gubernur Kaltim ini mengatakan, Pemprov Kaltim juga terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota untuk memantau perkembangan kasus dan penanganan pasien COVID-19, juga ketersediaan peralatan medis melalui sistem informasi yang ada.
Pemprov menduga, penularan virus yang kian masif di Kaltim terjadi akibat dari berkembangnya varian Delta.
“Dugaan saat ini, banyaknya pasien COVID-19, baik yang dirawat di sejumlah rumah sakit ataupun yang melaksanakan isolasi mandiri saat ini karena berkembangnya varian Delta di Kaltim,” katanya.
Berdasarkan penelitian, virus varian Delta ini lebih mudah menular dan berbahaya. Selain itu, varian ini mengancam nyawa anak-anak.
Untuk itu, HM Syafranuddin terus mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan jangan kendor protokol kesehatan.
“Warga Kaltim harus meningkatkan kewaspadaan, jangan lengah. Terus menerus menjalankan protokol kesehatan, terutama selalu pakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan,” serunya.
Sebagai tambahan informasi, berdasarkan keterangan Kepala Kesehatan Queensland dr Jeannete Young, varian Delta dapat menular melalui kontak dengan durasi sekitar 5 hingga 10 detik.
Dengan gejala awal penderita virus varian Delta, diantaranya sakit perut, hilangnya nafsu makan, mual, nyeri sendi, gangguan dan gangguan pendengaran.
Sementara itu, untuk data update infografis COVID-19 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim per Minggu, 20 Juli 2021 mencatat, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 masih fluktuatif.
Sempat turun di bawah angka 1.000 kasus terkonfirmasi positif baru di hari sebelumnya, namun pada Minggu sore, angkanya kembali naik menjadi 1.178 kasus baru dalam kurun waktu 24 jam.
Angka kematian dalam waktu sehari pun melonjak hingga 87 kasus. Namun demikian, untuk pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit mengalami penurunan dari hari-hari sebelumnya, yakni 528 kasus dalam sehari. Kemarin, angka kesembuhan meningkat, yakni sebanyak 563 kasus.
Balikpapan, Samarinda, Kukar, Kutim dan Kubar masih menjadi peringkat teratas kasus positif baru di Kaltim. Termasuk dengan kasus kematian akibat COVID-19, 5 kabupaten/kota ini masih tertinggi dan saling berkejaran.
Penulis : Ningsih
Editor: MH Amal