src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Nabrak Pemotor, Pengemudi Innova Malah Pukul Wakapolsek yang Membantu Korban Kecelakaan

Nabrak Pemotor, Pengemudi Innova Malah Pukul Wakapolsek yang Membantu Korban Kecelakaan

waktu baca 4 menit
Jumat, 14 Agu 2026 19:02 90 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Niat baik menolong korban kecelakaan lalu lintas justru berbuah petaka bagi Wakapolsek Samarinda Ulu, AKP Budi Santoso. Rekaman CCTV yang belakangan viral di media sosial memperlihatkan momen dirinya dipukul oleh pengemudi mobil yang terlibat kecelakaan, tepat saat ia tengah berupaya menyelamatkan korban yang terjepit di bawah kendaraan.

Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, memberikan penjelasan resmi terkait peristiwa tersebut dalam konferensi pers yang digelar pada Jum’at 14 Agustus 2026 bersama Kanit Reskrim dan Humas Polresta Samarinda. Ia membenarkan insiden penganiayaan itu benar terjadi di Jalan Juanda, tepatnya di depan sebuah SPBU, pada Kamis, 13 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WITA.

“Perlu kami jelaskan bahwa rekaman CCTV yang dimaksud, yang sekarang sudah beredar, itu benar bahwa telah terjadi tindak pidana penganiayaan di Jalan Juanda, tepatnya di samping atau depan SPBU,” ujar Asriadi.

Kronologinya berawal dari kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor yang dikendarai seorang perempuan dengan mobil Toyota Innova berwarna putih. Kebetulan saat kejadian berlangsung, AKP Budi Santoso yang baru saja menyelesaikan tugas pengamanan di Dinas Kesehatan tengah melintas di lokasi. Insting kepolisiannya membuat ia langsung berhenti dan berupaya menyelamatkan pengendara motor yang saat itu terjepit di bawah mobil. “Anggota kami berupaya untuk melepas antara R2 dan R4 serta korban,” jelas Asriadi.

Namun, upaya pertolongan itu justru direspons secara berbeda oleh pengemudi mobil Innova. Merasa keberatan karena motor korban dikeluarkan secara paksa dari bawah mobilnya, pengemudi berinisial TS itu tiba-tiba melayangkan pukulan sebanyak dua kali menggunakan tangan kosong ke arah wajah AKP Budi Santoso.

Meski sempat dipukul, Budi Santoso tetap fokus menuntaskan proses penyelamatan korban yang saat itu masih terjebak, dibantu warga sekitar yang turut turun tangan mengeluarkan korban beserta motornya secara manual sebelum dilarikan untuk mendapat perawatan medis.

“Anggota kami memang benar menerima pemukulan itu, karena beliau tetap fokus untuk menyelamatkan korban pada saat itu yang masih terjebak,” kata dia membenarkan.

Asriadi menyebut, saat kejadian berlangsung, AKP Budi Santoso mengenakan seragam dinas lengkap sehingga pelaku semestinya menyadari bahwa yang dipukulnya adalah anggota kepolisian yang sedang bertugas menolong korban kecelakaan.

Atas peristiwa tersebut, pihak kepolisian menegaskan kasus penganiayaan ini diproses secara terpisah dari kasus kecelakaan lalu lintas yang menjadi pemicu awalnya. AKP Budi Santoso selaku korban sudah membuat laporan resmi di Polsek Samarinda Ulu, yang kemudian ditindaklanjuti dengan sejumlah langkah, mulai dari penerimaan laporan, pembuatan visum, hingga pengamanan terduga pelaku untuk dimintai keterangan.

“Yang pertama menerima laporan, yang kedua membuat visum, yang ketiga mengamankan terduga terlapor, dan saat sekarang ini pihak terduga terlapor sudah kita minta keterangan, sementara dalam proses pemeriksaan di Polsek Samarinda Ulu,” tutur Asriadi.

Terduga pelaku diketahui berinisial TS, berusia 28 tahun, dan beralamat di Samarinda. Ia sehari-hari diketahui bekerja sebagai pengemudi lepas dengan rute Sangatta-Samarinda-Balikpapan, dan saat kejadian berlangsung mengemudikan mobil milik orang lain seorang diri, melintas dari arah Jalan Pangeran Antasari menuju Jalan Kadrie Oening. Terkait aturan yang diterapkan, polisi untuk sementara menjerat pelaku dengan Pasal 466 dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru.

Soal motif di balik tindakan pemukulan tersebut, Asriadi mengaku pihaknya masih mendalami lebih jauh, mengingat sikap pelaku dinilai tidak wajar terhadap petugas maupun warga yang justru berupaya membantunya saat mengalami musibah. “Apa motifnya dia melakukan pemukulan, sementara ini kami masih dalami dalam melakukan pemeriksaan kepada pihak korban,” ujarnya.

Salah satu kemungkinan yang turut didalami penyidik adalah dugaan keterlibatan pengaruh narkotika atau minuman keras dalam diri pelaku, mengingat perilakunya dinilai tidak lazim bagi seseorang yang baru saja ditolong dari situasi kecelakaan. Kendati demikkan, Asriadi menegaskan pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut sebelum ada hasil pemeriksaan lebih lanjut.

“Indikasi awal tentu ini membutuhkan metode penelitian secara mendalam. Kami meminta waktu, berikan kami kesempatan untuk mendalami hal tersebut supaya nanti betul-betul kami memberikan informasi yang sangat valid,” demikian AKP Asriadi. (Retno)

LAINNYA
x