src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Musrenbang Talisayan, Sri Juniarsih Dorong Kampung Nelayan, UMKM, hingga Jalan Tani

Musrenbang Talisayan, Sri Juniarsih Dorong Kampung Nelayan, UMKM, hingga Jalan Tani

2 minutes reading
Thursday, 5 Feb 2026 16:18 74 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menekankan pentingnya memaksimalkan potensi sumber daya alam di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional. Hal ini disampaikannya saat Musrenbang Penyusunan RKPD Tahun 2027 di Kecamatan Talisayan pada Kamis, 5 Februari 2026.

“Pemerintah daerah diminta mampu bertahan dan tetap kuat dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki daerah,” ucapnya.

Ia menaruh perhatian besar pada sektor perikanan, khususnya kehidupan nelayan yang menjadi mayoritas mata pencaharian masyarakat pesisir. Sri menyebutkan bahwa pemerintah pusat menargetkan pembentukan 1.100 kampung nelayan di seluruh Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis protein laut.

“Jika kita melihat syarat kampung nelayan, sebagian besar sudah kita miliki. Mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan, berada di wilayah pesisir dengan potensi perikanan, dan tinggal kita memaksimalkan ketersediaan lahannya,” ujar Bupati.

Hampir seluruh kampung di sepanjang pesisir memiliki potensi kelautan. Untuk itu, Bupati meminta Dinas Perikanan dan OPD terkait untuk menindaklanjuti peluang pengusulan kampung nelayan ke pemerintah pusat, termasuk memanfaatkan lahan seluas minimal satu hektare sebagai salah satu syarat utama.

Selain perikanan, penguatan UMKM pesisir juga menjadi fokus utama. Bupati mengakui keterbatasan APBD dalam pendampingan jangka panjang, sehingga kolaborasi dengan pihak ketiga, terutama perusahaan melalui program CSR, menjadi solusi strategis.

“CSR perusahaan bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan, pelatihan, hingga honor dan akomodasi narasumber,” tegasnya.

Ia mencontohkan keberhasilan pendampingan UMKM di wilayah lain yang melibatkan NGO dan perusahaan, serta mendorong peran aktif PKK dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Sektor pertanian pesisir juga mendapat perhatian. Sri meminta agar usulan jalan tani tidak ditolak, mengingat akses jalan sangat dibutuhkan petani untuk mengangkut hasil pertanian. Menurutnya, perbaikan jalan tani tidak selalu membutuhkan anggaran besar, cukup dengan alat berat untuk perataan agar akses tetap fungsional.

Menurutnya, jika kampung nelayan, UMKM, dan jalan tani digarap secara serius dan kolaboratif, akan menjadi kunci kemandirian ekonomi masyarakat pesisir Berau. “Kalau ini kita fokuskan bersama, masyarakat pesisir bisa lebih mandiri,” pungkasnya. (Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x