src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Momen Nuzulul Quran Nasional terlaksana di Masjid IKN.

Momen Nuzulul Quran Nasional terlaksana di Masjid IKN.

2 minutes reading
Tuesday, 10 Mar 2026 14:29 38 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Nuzulul Quran Nasional menjadi momen religius yang berlangsung khidmat di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Ratusan jamaah menghadiri kegiatan tersebut dalam rangka memperingati turunnya Al-Quran dengan mengangkat tema “Al-Quran, Amanah Ekologis dan Jalan Perdamaian Dunia”.

Dilansir dari RRI Samarinda, kegiatan Nuzulul Quran Nasional ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Rangkaian acara diawali dengan kegiatan Ngabuburead yang diprakarsai Kementerian Agama dengan tema “Seimbang Bekerja, Bijak Merawat Diri”.

Dalam sesi tersebut, Ustadz Ambia Dahlan menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental serta menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Pesan ini terutama ditujukan kepada generasi muda yang menghadapi berbagai dinamika kehidupan modern.

Menjelang waktu berbuka puasa, ratusan jamaah yang mengikuti Nuzulul Quran Nasional berkumpul di Aula Masjid Negara IKN untuk berbuka bersama. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika takjil khas Masjid Negara, yaitu Bubur Nusantara, disajikan kepada para jamaah.

Hidangan tersebut menjadi simbol keberagaman sekaligus persatuan masyarakat yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, seperti Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, serta wilayah lainnya.

Rangkaian Nuzulul Quran Nasional kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Imranul Karim, Juara 1 Tilawah MTQ Internasional Bangladesh 2025. Pembacaan ayat suci tersebut disertai saritilawah oleh Maulidia yang menambah kekhidmatan suasana acara.

Momentum Nuzulul Quran Nasional semakin bermakna dengan penyampaian hikmah Nuzulul Quran oleh Prof. Dr. H.M. Darwis Hude, M.Si., Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa Al-Quran merupakan mukjizat yang menjadi pedoman hidup manusia sekaligus pengingat untuk menjaga keseimbangan alam.

“Al-Quran mukjizat yang tidak mungkin ditulis oleh manusia. Ramadan saat yang tepat untuk kembali menajamkan kualitas ibadah serta memperkuat kesadaran manusia terhadap harmoni ciptaan Allah, termasuk dalam menjaga keseimbangan alam,” ujar Prof. Darwis Hude.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa pesan utama dari Nuzulul Quran Nasional kali ini adalah pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

“Saya kira dunia sudah sangat maju. Keseimbangan itu adalah salah satu kunci. Kami ingin memberi pesan kepada generasi muda, khususnya Gen Z, agar mampu menjalani hidup secara seimbang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan rasa syukur karena Masjid Negara IKN yang baru selesai dibangun kini telah menjadi pusat kegiatan keagamaan berskala nasional. Menurutnya, pelaksanaan Nuzulul Quran Nasional di tempat tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai spiritual di kawasan Ibu Kota Nusantara.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x