src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Mayat Pemancing Ditemukan Terapung di Pesisir Sungai Paret PPU

Mayat Pemancing Ditemukan Terapung di Pesisir Sungai Paret PPU

2 minutes reading
Monday, 25 May 2026 11:20 2 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Seorang pemancing ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia. Jasadnya terapung di pesisir perairan sekitar Kelurahan Sungai Paret, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu 24 Mei 2026 siang kemarin.

Penemuan jasad pemancing tersebut sempat membuat gempar warga sekitar, atas kejadian ini warga pun melaporkan langsung ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, Senin, 25 Mei 2026 membenarkan kejadian penemuan mayat tersebut, dan merupakan korban tenggelam pada hari Minggu kemarin, korban bernama Rizky Andrianto (23), merupakan warga RT.06, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, PPU. “Dari keterangan saksi waktu kejadian tenggelam pada Minggu siang sekira pukul 15.00 Wita. Kami baru menerima laporan dari warga sekitar pukul 16.35 Wita,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan yang diterima dari keluarga korban, kronologi penyebab meninggalnya korban, bermula pada pukul 07.00 Wita korban bersama bersama kakaknya Wahyu Setiawan dan pamannya Wahyuni pergi dari rumah untuk memancing ke laut sekitar bagang dan pulau Gusung.

Namun, sekitar pukul kurang lebih 15.00 Wita, kondisi laut tidak bersahabat, tiupan angin cukup kencang disertai ombak besar. Akibatnya, kapal kecil yang mereka gunakan terbalik dihempas ombak.  “Para korban sempat meminta pertolongan dengan kapal yang ada sekitar lokasi meskipun posisinya jauh,” sebutnya.

Permintaan tolong tersebut mendapatkan respon dari kapal nelayan, dan kakak serta paman korban berhasil ditolong, sementara korban tidak berhasil diselamatkan. “Memang paman dan kakak korban berhasil diselamatkan serta dievakuasi ke jembatan pintu air Kelurahan Sungai Parit. Namun, naas korban tidak bisa diselamatkan karena hilang terseret ombak,” sebutnya.

Nurlaila mengungkapkan, usai menerima laporan tim BPBD langsung bergerak menuju ke lokasi, dan berkoordinasi dengan semua unsur terkait di lapangan. Setelah dilakukan Identifikasi, tim BPBD PPU segera melakukan evakuasi terhadap jenazah dan dibawa ke rumah duka.

Ia mengimbau, agar masyarakat yang melakukan aktivitas di laut untuk mempersiapkan lebih dahulu alat keselamatan diri seperti life jacket atau baju pelampung atau lifebuoy, agar terhindar dari musibah. “Kami juga minta masyarakat lebih waspada terhadap cuaca ekstrem di laut sering memicu gelombang tinggi dan badai,” pungkasnya.(jar)

LAINNYA
x