src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pembangunan fisik gedung KDKMP di Kelurahan Sepaku, PPU (jar)HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Proses pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur yang merupakan wilayah deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN), tidak berjalan mulus karena masih terkendala ketersediaan lahan.
“Sementara yang kami ketahui ada beberapa desa dan kelurahan di wilayah Sepaku belum bisa melakukan membangun gedung koperasi mereka karena terkendala dengan kesiapan dan status lahannya,” ujar Pendamping Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kecamatan Sepaku, Wahyudi, Minggu 22 Mei 2026 di Sepaku.
Dibeberkannya, dari total 11 desa di Kecamatan Sepaku, sebagian besar pembangunan fisik koperasi sudah berjalan. Seperti di Desa Semoi Dua, Argomulyo, Binuang, Bumi Harapan, Sukaraja, Sukomulyo, Karang Jinawi, dan Wonosari bahkan sebagian sudah memasuki tahap akhir pembangunan. “Tetapi Desa Bukit Raya, Tengin Baru, dan Telemow hingga belum memulai pembangunan karena persoalan lahan tadi,” ungkapnya.
Sedangkan untuk empat kelurahan yang ada di Sepaku baru Kelurahan Maridan telah terbanguna dan Kelurahan Sepaku pelaksanaan bangunan fisik koperasinya telah berdiri, meskipun belum rampung 100 persen. Sementara dua Kelurahan yakni Mentawir dan Pemaluan belum ada prosesnya karena juga terkendala kesiapan lahannya.
Wahyudi mencontohkan, di Desa Telemow yang berada di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT ITCI belum bisa melaksanakan pembangunan karena luas lahannya terbatas. Dimana dibutuhkan lahan seluas 600 meter persegi dengan dimensi fisiknya 20 x 30 meter.
Lalu, di Desa Telemow juga terkendala lahan, sementara wilayah tetangganya yakni Desa Binuang sudah berproses pembangunan fisik KDKMP sedangkan Kelurahan Maridan, sudah terbangun.
Wahyudi mengaku, ia sebagai pendamping P3MD hanya bertugas mengawal proses pembentukan koperasi hingga tahap Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Untuk proses pembangunan fisik dan pendampingan teknis koperasi ada tim tersendiri. “Iya, kami hanya sampai Musdesnya. KDKMP ada pendampingnya sendiri,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, baru-baru lalu usai mengikuti Zoom Meeting di Gerai KDKMP Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, menyebut kehadiran KDKMP diharapkan jadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Kami tentu mendukung penuh keberadaan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini. Kami berharap koperasi dapat menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” terangnya kepada wartawan.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan sebanyak 1.061 KDKMP di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah pada Sabtu 16 Mei 2026 lalu yang dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Pemerintah telah menargetkan membentuk 80 ribu KDKMP di seluruh Indonesia dan sekitar 30 persen sudah beroperasi di Agustus 2026 mendatang, tetapi khusus di wilayah Sepaku atau IKN hingga kini ada beberapa wilayah masih terdapat kendala status lahannya.(jar)