23.8 C
Samarinda
Tuesday, July 23, 2024

Masyarakat Antusias Manfaatkan Pasar Murah di Museum Samarinda

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Masyarakat Kota Samarinda, Kalimantan Timur antusias menyerbu kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Museum Kota Samarinda yang digelar pada Senin, sekaligus momentum H-9 Idul Fitri 1445 H.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPTPH Kaltim, Amaylia Dina Widyastuti di Samarinda, Senin, mengatakan pemerintah Kaltim menyediakan pasokan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau pada kegiatan pasar murah itu.

“Kegiatan itu merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pangan Nasional, Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kaltim, serta mitra terkait lainnya,” ujarnya.

Selain di Samarinda, Gelaran Gerakan Pangan Murah itu juga digelar secara serentak di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Tema yang diusung dalam kegiatan pasar murah itu adalah “Mendukung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan”.

Amaylia menjelaskan Gerakan Pangan Murah di Kaltim diikuti oleh 45 partisipan. Terdiri dari pelaku usaha yang menjual bahan pokok pangan strategis, produk pangan olahan dari usaha mikro kecil dan menengah, serta beberapa Perangkat Daerah (PD ) terkait.

“Tujuan pelaksanaan kegiatan Gerakan Pangan Murah ini di antaranya adalah untuk menyerap produk pertanian dengan harga yang layak dan menguntungkan petani. Khususnya bahan pangan pokok strategis,” ungkap Amaylia.

Selain itu, GPM juga bertujuan untuk mendukung stabilisasi pasokan dan harga bahan pangan pokok strategis, memberikan kemudahan akses bagi masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang terjangkau, serta membentuk jaringan pemasaran bagi produsen pertanian.

Berbagai komoditi pangan dijual dalam kegiatan GPM di Samarinda. Seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging ayam, daging sapi, buah-buahan, dan produk olahan pangan UMKM.

Suhartini, warga jalan Bung Tomo Samarinda Seberang, mengaku sengaja datang di Kegaitan Pasar Mura ini untuk membeli sejumlah bahan pokok seperti beras, minyak dan sejumlah kue untuk lebaran.

” Harganya sangat tejangkau jika dibandingkan di pasar tradiosnal, Tentu kegiatan ini sangat membanti kami masyarakat kecil yang akan merayakan lebaran,” jelasnya.

Senada, Widya warga Sungai Kunjang mengatakan kegiatan pangan murah ini hendaknya bisa terus dilaksanakan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Jangan hanya terpusat di Kota saja, namun masyarakat yang tinggal di pelosok harus bisa menikmati kegiatan pangan murah seperti ini,” kata Widya. (ANT)

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER