src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
massa AMKM mendesak agar pimpinan DPRD Kaltim keluar gedung dan menandatangani pernyataan penolakan aksi kenaikan harga BBM. (Riski)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA –Aksi penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) terus disuarakan oleh seluruh mahasiswa di seluruh Indonesia.
Tak terkecuali, ribuan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Kaltim Membara (AMKM) yang melaksanakan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kaltim, Selasa 13 September 2022.
Kepada awak media, humas Korlap AMKM Sayid Ferhat menuturkan bahwa hari ini pihaknya akan memboikot DPRD Kaltim jika tidak segera menyuarakan penurunan harga kenaikan BBM.
“Kita masih berangkat dengan poin-poin yang sama yakni, tolak kenaikan BBM,” ungkap Sayid Ferhat.
Sayid Ferhat meminta agar seluruh unsur pimpinan dan anggota DPRD Kaltim segera keluar menemui massa dan menandatangani pernyataan sikap penolakan kenaikan BBM.
“Hari kami mau lihat, kami mau dengar di tengah situasi seperti ini kenapa pemerintah menaikan harga BBM. Dan seluruh masyarakat Kaltim tidak sepakat dengan kenaikan ini (harga BBM),” jelasnya.
Sayid Ferhat menegaskan seluruh mahasiswa tak akan membubarkan diri hingga pimpinan DPRD Kaltim turun dan menemui seluruh mahasiswa.
“Kami akan terus berorasi sampai ketua DPRD atau yang lain keluar untuk menemui kami. Dan jika mereka tidak keluar kami yang akan memaksa masuk ke kantor DPRD Kaltim,” pungkasnya.
Penulis: Riski
Editor: MH Amal