Beranda Peristiwa Manfaatkan Demo Omnibus Law, Terima 1.000 Butir Ekstasi dari Malaysia

Manfaatkan Demo Omnibus Law, Terima 1.000 Butir Ekstasi dari Malaysia

Empata tersangka pemilik ribuan butir ekstasi. (Foto: Amin/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM. CO, SAMARINDA – Polisi menangkap pria berinisial HS yang diduga menerima paket 1.000 butir ineks atau ekstasi di Kota Samarinda, Kaltim, saat berlangsungnya demonstrasi penolakan UU Omnibus Law di DPRD Kaltim Karang Paci, beberapa waktu lalu.

Ribuan ekstasi tersebut berasal dari Penang, Malaysia. Barang haram itu dikirim menggunakan jasa ekspedisi internasional DHL. “Pelaku HS langsung berkomunikasi dengan pria bernama Cencei di Penang Malaysia,” kata ujar Kasat Narkoba Andika Dharmasena, Senin 19 Oktober 2020.

barang bukti yang diamankan dari empat tersangka. (Amin/headlinekaltim.co)

Polisi menduga HS menerima paket ribuan ineks karena memanfaatkan situasi demonstrasi. “Jadi mereka mungkin melihat situasi. Polisi yang fokus pengamanan demo UU Omnibus Law. Barang ini dititipkan saudara TS menunggu diedarkan di Samarinda,” jelasnya.

Advertisement

Selain HS, polisi juga mengamankan tiga orang lainnya, masing-masing TS, HR dan PS. Terungkapnya kasus ini bermula penangkapan TS di The Hotel Jl WR Suparman pada 13 Oktober 2020 lalu.

Di hotel tersebut, polisi mengamankan 98 butir ineks. Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan pelaku HS. “Kronologis alur barang ineks masuk ke Samarinda berawal anggota melakukan penyidikan 13 Oktober lalu. Ada info orang dari Tarakan masuk di The Hotel Jl WR Suparman,” ujar Andika.

Dari pengungkapan ini, dilakukan mengembangkan penyelidikan hinga dilakukan penangkapan terhadap TS, HR dan PS.

Para pelaku dijerat pasal 114 ayat 2 subsidair 112 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Tersangka TS diamankan dengan 802 butir yang disembunyikan dasbor kendaraan yang ada di bengkel milik TS di Jl Meranti Gang 2. Sedangkan pelaku PS ditangkap di Jl Juanda berikut 29 butir ineks dan 1 paket sabu.

Saat menerima ribuan butir ineks oleh DHL, pelaku HS membantah gunakan kesempatan demonstrasi UU Omnibus Law. “Memang janjian jam 11 siang di SPBU Karang Paci,” ujar HS yang bekerja sebagai sopir lepas.

HS mengaku bertugas kontrol pengiriman barang ineks. Untuk komunikasi dengan Cencei di Penang, Malaysia, dirinya menunggu dihubungi. “Tunggu dihubungi,” katanya.

Penulis: Amin

Komentar