src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Penandatanganan kerja sama antara Pemprov Kaltim dan 53 PTN/PTS. (MSD)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud resmi meluncurkan program Gratis Pol. Salah satu program utama dari visi misi yang dikampanyekan pada Pilkada Kaltim 2024 ini adalah pendidikan gratis hingga jenjang doktoral (S3). Dalam peluncuran ini, sebanyak 53 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan swasta di Kaltim melakukan kerja sama yang bertepatan dengan momentum Hari Kartini.
Acara peluncuran Gratispol ini berlangsung di Plenary Hall Sempaja, Samarinda pada Senin 21 April 2025.
Hadir para pimpinan perguruan tinggi dan kepala daerah se-Kaltim. “Ini merupakan langkah baru bagi masyarakat Kaltim dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk anak-anak kita di Kalimantan Timur,” ucap Rudy.
Ada sebanyak 53 perguruan tinggi negeri dan swasta di Kaltim melakukan penandatanganan dan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk menyukseskan program pendidikan gratis.
Gubernur mengungkapkan keprihatinannya atas rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di Kaltim yang baru mencapai 12 persen saat ini. Ia juga menargetkan peningkatan angka tersebut mencapai 25-30 persen dalam 5-10 tahun mendatang.
Lanjutnya, Kaltim harus mampu bersaing di tingkat nasional dan global, terutama dalam memanfaatkan bonus demografi.
Rudy Mas’ud menjelaskan program Gratispol merupakan komitmen nyata dari pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas SDM. Program ini sejalan dengan Asta Cita, visi misi dari Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah provinsi juga menyiapkan program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Kaltim yang menempuh pendidikan di luar daerah, termasuk di mancanegara. Ia pun mengajak seluruh kepala daerah tingkat kabupaten/kota di Kaltim untuk turut memajukan pendidikan di wilayah masing-masing mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP, baik melalui program gratis maupun subsidi.
Rudy mengapresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam mewujudkan program ini. Dia berharap program Gratis Pol memperpanjang rata-rata masa sekolah masyarakat Kaltim, yang biasanya 12 tahun menjadi 16 tahun minimalnya. “Kami sangat yakin dan percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan dan kebodohan,” jelasnya.
Gubernur mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan tiga kewajiban terhadap ilmu, yaitu dikejar hingga akhir hayat, diamalkan agar bermanfaat, dan disampaikan agar menjadi syafaat. (MSD)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim