src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Infografis COVID-19 di Kaltim. (Dinkes Kaltim)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – COVID-19 varian Omicron dipastikan telah masuk ke Kaltim. Hal itu diketahui berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) dari laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Ini merupakan hasil pemeriksaan sampel virus yang dikirim oleh tiga Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota di Kaltim, yakni dari Dinkes Kota Balikpapan, Kota Bontang dan Dinkes Berau.
Hasil WGS tersebut menunjukkan terdapat 4 hasil positif COVID-19 varian Omicron.
“Balikpapan ada 1 sampel, Berau 1 sampel dan Bontang ada 2 sampel. Ini berdasarkan hasil WGS lab FK UI yang dikirim oleh Dinkes 3 daerah itu. Hasilnya merupakan varian Omicron,” ungkap Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak, saat dikonfirmasi Headlinekaltim.co, Jumat 18 Februari 2022 malam.
Dirinya juga membenarkan, penularan virus di tengah-tengah masyarakat sangat cepat terjadi dan semakin meluas. “Iya, transmisi lokal semakin meluas,” sebutnya.
Dikatakannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim sendiri selama ini tidak pernah menghentikan status PPKM di Kaltim.
Bahkan, Instruksi Gubernur Kaltim terkait PPKM selalu diperpanjang. Namun diakuinya, untuk masing-masing kabupaten/kota, kebijakan ada pada pemerintah daerah masing-masing.
Andi Muhammad Ishak berharap pemerintah kabupaten/kota juga dapat mengimplementasikan InGub Kaltim di daerahnya.
“PPKM terus dilaksanakan, tidak pernah disetop. Karena InGub selalu diperpanjang, hanya implementasinya di kabupaten/kota yang perlu ditingkatkan lagi,” harapnya.
Seperti diketahui, hasil dari data infografis Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim mencatat, dalam 3 hari terakhir, angka kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai angka lebih dari 1.600 kasus per harinya. Tentu kondisi ini harus diwaspadai agar tidak mengulang kejadian yang sama di tahun sebelumnya.
Hari ini, Jumat 18 Februari 2022, data Dinas Kesehatan Kaltim mencatat, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.608 kasus, pasien dirawat sebanyak 1.327 kasus. Kasus kesembuhan masih jauh lebih rendah, yakni hanya terdapat 280 kasus dan 1 kasus kematian.
9 kabupaten/kota di Kaltim sudah berada pada zona merah, hanya menyisakan Kabupaten Mahakam Ulu yang masih berstatus zona kuning.
Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal