src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Siaga Darurat Bencana HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Cuaca ekstrem yang mengguncang Kota Samarinda belakangan ini telah memicu bencana longsor di Perumahan Keledang Mas Baru, Samarinda Seberang. Sejak Mei 2023, pergerakan tanah yang berlangsung secara bertahap terus merusak rumah warga tanpa adanya indikasi longsor besar yang terlihat di permukaan. Meskipun begitu, potensi bencana besar tetap menjadi ancaman serius yang dapat membahayakan keselamatan warga.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Samarinda telah mengeluarkan kebijakan evakuasi bagi warga yang rumahnya terdampak oleh pergerakan tanah tersebut. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan sewa rumah selama lima bulan untuk meringankan beban warga yang harus pindah sementara waktu.
“Pemerintah berkomitmen untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak. Wali Kota Samarinda telah mengeluarkan kebijakan evakuasi dan memberikan bantuan sewa rumah selama lima bulan bagi mereka yang terdampak,” ujar Hamzah, Analis Kebencanaan Ahli Muda, dalam pernyataan resmi Kamis (6/2/2025).
Selain itu, pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda pergerakan tanah. Retakan pada bangunan atau suara dentuman yang muncul bisa menjadi indikasi adanya pergerakan material longsor. Sosialisasi kewaspadaan dilakukan melalui Ketua RT dan grup komunikasi warga setempat untuk memperkuat kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang tanda-tanda bencana alam tersebut.
“Kota Samarinda saat ini berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi. Hujan yang terus mengguyur dapat meningkatkan potensi longsor susulan di Perumahan Keledang Mas Baru,” ucap Hamzah menambahkan.
Pemerintah kota juga meminta kepada warga yang tinggal di daerah lereng atau rumahnya menunjukkan tanda-tanda pergerakan tanah untuk segera mencari tempat yang lebih aman. Warga diminta untuk tidak menunggu hingga situasi menjadi lebih parah dan terus memantau informasi yang disampaikan oleh pemerintah setempat.
Pemerintah Kota Samarinda berjanji akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru guna mengurangi risiko dan dampak yang lebih besar. Proses evakuasi dan bantuan yang diberikan merupakan upaya preventif untuk mencegah terjadinya korban jiwa dan kerugian lebih besar akibat longsor yang bisa terjadi kapan saja.
Sementara itu, langkah-langkah mitigasi dan sosialisasi terus dilakukan untuk menjaga keselamatan warga Samarinda, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan bencana. Pemerintah mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat memperburuk kondisi pergerakan tanah dan meningkatkan potensi longsor.
Artikel Asli baca di rri.co.id
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim