src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Camat Kembang Janggut, Tego Juwono. (Foto: Andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Kembang Janggut miliki program inovasi yang sudah terwujud, terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama dengan melibatkan 11 Desa yang ada di Kembang Janggut.
Camat Kembang Janggut, Tego Juwono meyakini, BUMDes bersama miliki daya saing dan berusaha.
“Kalau satu BUMDes saja terkesan tidak kuat, makanya kita bentuk BUMDes bersama, ” ucap Tego, Kamis 9 Juni 2022, di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong.
Dari sisi legalitas, BUMDes bersama sudah mendapatkan izin dari Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal (Kemendes DT), Kemenkum dan HAM, serta Kemendagri. Dengan aset dan modal mencapai Rp 7 Miliar.
“Aset dan modal berasal dari patungan tiap desa berdasarkan kesepakatan bersama, ” sebutnya.
Tego memberikan gambaran, BUMDes bersama layak dilibatkan untuk mendapatkan pekerja dari perusahaan batu bara dan sawit yang ada di Kembang Janggut. Menyasar usaha atau bisnis angkutan, mess karyawan, makan minum atau kuliner, pemamfaatan limbah serta usaha lainnya.
“Pesan Bupati Edi, perusahaan harus terlibat bantu masyarakat melalui kerja sama kemitraan dengan BUMDes, ” sebutnya.
Dalam hal strategi pengembangan BUMDes bersama, jajaran Pemcam disarankan Bupati Edi untuk membangun komunikasi dengan Kecamatan lainnya, jika ada pekerjaan di luar kecamatan Kembang Janggut bisa dikerjakan oleh BUMDes bersama.
“BUMDes bersama pertama di Kaltim dan Kukar,” pungkasnya. (Adv/Andri)