src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Diskominfo Kukar Dafip Haryanto HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Saat mengikuti Rakor percepatan peralihan TV Analog ke TV Digital bersama Kemenkominfo RI secara virtual, Jum’at 3 Juni 2022, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kukar, Dafip Haryanto memastikan mendukung program percepatan tersebut di Kukar.
Rakor membahas data rumah tangga miskin penerima bantuan Set Top Box (STB), dalam rangka migrasi siaran TV analog ke TV digital.
Yang diperlukan sebut Dafip, adalah Set Top Box (STB) merupakan alat untuk mengkonversi sinyal digital, menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di TV Analog biasa. Dan mendukung digital video broadcasting-second generation terrestrial, standar TV Digital di Indonesia.
“Kukar termasuk daerah penerima STB dari 317 kabupaten kota, tidak semua daerah sebagai penetapan pembagian STB,” ungkap Dafip.
Diskominfo Kukar sebut Dafip sangat mensupport dan lakukan percepatan migrasi TV analog ke TV digital. Upaya yang dilakukan saat ini, mensinkronkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Untuk menggarap itu, Diskominfo harus melibatkan Dinsos Kukar, agar bantuan STB tepat sasaran untuk masyarakat pra sejahtera.
“Kalau orang biasa, bisa saja beli STB di toko-toko, ” katanya.
Siaran TV Analog di Indonesia sebut Dafip, akan dimatikan secara bertahap oleh Pemerintah. Maka dari itu alat tersebut perlu disosialisasikan kepada masyarakat.
Dengan adanya alat STB nantinya, diharapkan masyarakat sudah bisa menikmati berbagai pilihan konten siaran TV Digital.
“Kita akan petakan, wilayah mana yang akan disosialisasikan program percepatan migrasi TV analog ke TV Digital. Melalui media massa juga bisa dilakukan sosialisasi,” sebutnya .
Diketahui, perbedaan yang paling mendasar antara sistem penyiaran televisi analog dan digital terletak pada penerimaan gambar lewat pemancar.
Pada sistem analog, semakin jauh alat penerima sinyal (televisi) dari stasiun pemancar televisi, sinyal akan melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang.
Bedanya dengan sistem digital, siaran gambar semakin jernih, dapat dinikmati sampai pada titik, di mana tidak terjangkau sinyal sama sekali atau sinyal tidak dapat diterima lagi.(adv/Andri)