src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Edi Damansyah, saat penyerahan SK pengangkatan guru PPPK secara simbolis. (Foto: Andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Bupati Kukar Edi Damansyah meminta para guru yang menerima SK Pengangkatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar lebih giat mengajar dibanding sebelumnya masih berstatus honorer.
“Harus berubah pola pikir dan kerja, kalau dulu masih honor malas mengajar, sudah PPPK harus rajin mengajar,” sebut Bupati Edi, saat menyerahkan SK pengangatan kepada sepuluh perwakilan guru PPPK, di halaman SMPN 1 Tenggarong.
Diketahui bersama, Disdikbud Kukar telah membagikan SK Pengangkatan PPPK. Kepada mereka yang menerima SK, Bupati Edi berpesan agar guru PPPK bisa memperjuangkan rekan guru yang lainnya masih berstatus honor, agar lebih bersemangat lagi untuk mengajar. Sehingga bisa turut diangkat menjadi guru PPPK.
“Saya bersama Wabup Rendi Solihin, akan konsentrasi pengembangan kualitas pendidikan di Kukar menjadi lebih baik lagi, ” ucapnya.
Kadisdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor menyebut, guru PPPK yang lulus seleksi gelombang 1 dan 2 yang terima SK pengangkatan sebanyak 612 orang.
“Jika ada keterlambatan penyerahan SK, ini ada persoalan pembenahan administrasi saja, ” sebutnya.
Dengan 612 orang guru PPPK, Disdikbud Kukar menilai jumlah ini masih kurang, mengingat Kukar yang masih kekurangan guru terutama di Sungai Hulu Mahakam.
Untuk itu, Disdikbud Kukar akan memetakan distribusi guru PPPK tersebut. Meski saat seleksi guru PPPK, yang bersangkutan sudah memilih tempat pengabdian, tapi akan dilihat lagi, apakah disekitar tempat mengabdinya ada juga sekolah yang masih kekurangan guru, bisa saja diperbantukan disana.
“Guru juga harus memenuhi jumlah jam mengajarnya, ” ungkapnya. (Adv/Andri)