23.6 C
Samarinda
Jumat, Agustus 6, 2021

Lelang Proyek Lamban, Ini Penjelasan Kepala Dinas PUPR Kaltim

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Banyaknya perubahan aturan birokrasi dalam proyek pembangunan menjadi penyebab lambannya proses lelang-lelang proyek. Itulah yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Provinsi Kaltim AM Fitra Firnanda pada awak media usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama dengan Komisi III DPRD Kaltim, di ruang rapat Gedung E lantai 1 Kantor DPRD Kaltim pada Senin 14 Juni 2021.

“Banyak keterkaitan dengan perubahan peraturan. Yang pertama, dibebaskan oleh Adbang (administrasi pembangunan) bahwa ada SSH (standar satuan harga) dan SSB (standar satuan barang) yang mesti diisi dulu, baru bisa ditarik DPA (dokumen pelaksanaan anggaran),” ucapnya pada awak media.

Alasan lainnya adalah perubahan konsentrasi segmentasi proyek yang awalnya kecil dari Rp 2,5 miliar, namun sekarang menjadi Rp 15 miliar.

“Ini yang sempat terhenti, tapi Pak Gubernur sempat mengeluarkan surat edaran untuk ditetapkan. Segmentasi ini untuk pekerjaan konstruksi di bawah Rp 15 miliar. Jadi penetapan itu maksudnya, di dokumen lelang juga menentukan bahwa dia kualifikasi kecil atau non kecil. Kemudian ditambah advis. Kami juga dari PU dimintai advis oleh dinas lain. Ini yang sedang berjalan,” terangnya.

Dia melanjutkan, dari setiap 10 pekerjaan terbesar HPS (harga perkiraan sendiri) harus di-review kembali sehingga dapat dilaksanakan. Namun, lagi-lagi karena waktu yang mepet sehingga hasil review mengikuti penyesuaian.

“Kalau sudah 10 pekerjaan terbesar di review HPS-nya, otomatis pekerjaan yang lain mengikuti hasil review lagi penyesuaian. Tapi kalau dari sampai dengan akhir tahun, insyaallah terserap saja,” katanya.

Disinggung mengenai lama target proses lelang proyek, Fitra Firnanda memastikan dalam waktu sebulan ke depan bisa selesai. “Kalau akhir Juli semua bisa. Kalau sekarang karena belum aja, masih proses lelang,” jelasnya.

Terkait dengan minimnya jumlah paket yang telah selesai lelang, dia membantah. Menurutnya, saat ini seluruh target paket pekerjaan sebanyak 640 paket, ada 283 paket telah selesai. Sisanya masih proses persiapan lelang.

“Tinggal upload, siap ditawar. Kalau yang sudah di-upload ini dalam proses dan sudah proses penawaran semua. Kami masih optimistis bisa terlaksana. Misalnya sudah terkontrak dapat uang muka semua, tinggal progresnya 20 sampai 30 persen sampai akhir tahun. Mudah-mudahan cuaca tidak terlalu parah,” tutupnya.

Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar