Beranda BUMI ETAM Lahan Seluas 500 Meter Persegi di Sambutan Terbakar

Lahan Seluas 500 Meter Persegi di Sambutan Terbakar

Lahan Seluas 500 Meter Persegi di Sambutan Terbakar - headlinekaltim.co
Petugas berjibaku memadamkan api yang membakar lahan. (Foto: Disdamkar/istimewa)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kebakaran lahan kembali terjadi di Ibu Kota Kaltim, Kota Samarinda.  Lahan terbakar itu seluas 500 meter persegi di jalur hauling batu bara Jalan Sultan Sulaiman, Pelita 8 RT.06, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan pada Jumat 18 September 2020 sekira pukul 14.45 WITA. Hingga kini, pemicu api belum diketahui.

“Kami menerima laporan dari warga soal kebakaran lahan di lokasi kejadian. Untuk penyebab kebakaran, masih belum diketahui,” ujar Wakil Komandan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, Sunardi Siman.

Lahan Seluas 500 Meter Persegi di Sambutan Terbakar
Petugas terkendala sumber air yang minim. (foto: Disdamkar/istimewa)

Setelah menerima laporan, personel unit Posko 8 segera menuju lokasi kejadian dengan 2 unit mobil pemadam. Selain itu, bantuan juga datang dari relawan, RPA dan jajaran Polsek Pulau Atas.

Advertisement

“Awalnya kami hanya melakukan pengawasan, mengingat lokasi lahan yang terbakar dekat dengan pemukiman warga. Tapi setelah melihat kondisi di lapangan, dengan sebaran api, kami dibantu dengan relawan dan Babinsa melakukan pemadaman api,” papar Didi, sapaan akrabnya.

Lagi-lagi, petugas Disdamkar dan relawan mengalami kendala sumber air yang minim. Setelah 55 menit akhirnya api berhasil dipadamkan. “Kendalanya selalu sama, minim titik air,” kata Didi lagi.

Kepada masyarakat, Didi mengimbau agar lebih memperhatikan bahaya kebakaran. Jangan membakar lahan untuk membuka perkebunan atau membuang puntung rokok di sembarang tempat.

“Harus ada kesadaran dari masyarakat terkait hal ini, karena jika tidak maka masyarakat sendiri yang jadi korban. Salah satunya, hindari membuka lahan kebun dengan cara membakar. Jika tidak diawasi dan biarkan bisa berakibat fatal, maka api bisa merambat kemana-mana. Sudah banyak kejadian yang bisa diambi pelajaran,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Komentar
Advertisement