src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kekeringan lahan pertanian di Bayur, Sempaja. (ist) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Musim kemarau yang melanda Kota Samarinda sejak akhir Juli lalu menyebabkan banyak area pertanian dan bendungan alami kekeringan.
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso mengatakan, saat ini, terjadi penurunan debit air di bendungan Benanga, Lempake.
“Kami memang menerima informasi penurunan debit bendungan Benanga dari relawan. Kemudian bersama dengan Analis Bencana kami, saya cek dan itu benar. Di beberapa titik area pertanian mengalami kekurangan air, menyebabkan kesuburan tanaman padi maupun hortikultura terhambat, tanah mulai retak, ” ujarnya saat dikonfirmasi.
“Kami juga mengecek ke Benanga, kebetulan juga ada BWS. Benar, untuk aliran air persis di bawah memang kering, tapi di pintu, airnya masih ada, ” sambung Suwarso.
Dikatakannya, khusus di bendungan Benanga memilki dua fungsi reduksi air. Yakni, untuk pengairan lahan pertanian dan intake PDAM.
“Kami sudah membangun komunikasi dengan BWS agar sebagian area pertanian juga tetap bisa dialiri air, tapi yang tidak mengganggu aliran untuk di intake PDAM, ” ujarnya.
Termasuk mulai surutnya air Sungai Mahakam, Suwarso mengatakan hal itu terjadi karena dampak kemarau saat ini.
“Benar, dari hasil analis kami termasuk pengkajian BMKG memang terdapat dampak dari adanya musim kemarau ini, ” katanya.
Untuk itu, Suwarso meminta seluruh masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi kemarau. Terlebih dari prediksi BMKG, kemarau di Kota Samarinda masih akan berlangsung hingga bulan Oktober 2023 mendatang.(Ningsih)