23.2 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Lahan IKN Dimatangkan Tahun Ini, Badan Otorita Butuh 200 Ribu Pekerja pada 2023

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA-Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Bambang Susantono mengatakan pembangunan fisik IKN yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara akan segera digeber pada tahun ini.

“Pada hari ini, Bapak Presiden memberikan arahan kepada kita semua khususnya dalam pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara,” ujarnya usai menghadiri rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Jumat 3 Juni 2022.

Menurut Bambang, pihaknya sudah mulai fokus dengan pelaksanaan pembangunan fisik. Pada paruh kedua tahun ini akan dimulai beberapa tahapan pekerjaan di lapangan.

“Khususnya yang menyangkut pematangan tanah atau land development, akses-akses yang penting, akses untuk logistik dan beberapa jalur-jalur untuk logistik,” tukasnya, dikutip dalam keterangan resmi di kanal Youtube Sekretariat Kepresidenan, Jumat 3 Juni 2022.

Dengan demikian, lanjut dia, pada tahun 2023, pembangunan konstruksi di lokasi IKN dimulai sesuai skala-skala yang sudah ditargetkan.

“Tadi, Bapak Presiden memberikan arahan agar pelaksanaan dan perencanaan lebih dimatangkan lagi, khususnya perencanaan untuk multisektor, dalam hal ini semua kementrian yang tergabung dalam tim transisi yang memang sudah bekerja dan melakukan konsolidasi dan koordinasi” bebernya.

Dia mengungkap jumlah pekerja yang fantastis di lapangan. Badan otorita akan menampung 150-200 ribu pekerja pada tahun 2023.

Dikatakannya, jumlah pekerja sebesar itu memang dibutuhkan mengingat waktu yang sempit. Sedangkan pihaknya harus mengejar target, di samping besarnya jumlah material yang dimobilisasi ke lokasi pembangunan IKN.

Presiden Joko Widodo, kata dia, kembali menegaskan soal komitmen terhadapĀ  kondisi lingkungan hidup dan keberadaan warga sekitar IKN. “Kami juga memang mengharapkan ada pola-pola di mana masyarakat terlibat langsung dalam pembangunan ini,” tukasnya.

Hal itu sudah dimatangkan oleh tim transisi, termasuk masalah lahan dan konversi hutan. Semua dipastikan harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan hutan setempat guna mewujudkan green city, smart city dan konsep kota berkelanjutan.

“Nanti bakal ada peningkatan kegiatan di lapangan, khususnya tadi yang menyangkut persiapan konstruksi di 2023 dan beberapa hal yang berhubungan dengan akses, berhubungan pematangan lahan dan bagaimana kita mengelola mes-mes atau pemukiman pekerja sehingga semuanya masih rapi dan tertata dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: MH Amal

 

 

 

 

 

 

 

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU