src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> La Jemo Meninggal karena Luka Bakar 60 Persen Usai Ditemukan di Areal Kebakaran Lahan di Jalan Anggur, Polisi Periksa Empat Saksi

La Jemo Meninggal karena Luka Bakar 60 Persen Usai Ditemukan di Areal Kebakaran Lahan di Jalan Anggur, Polisi Periksa Empat Saksi

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Okt 2026 13:06 41 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – La Jemo (60), pria yang ditemukan mengalami luka bakar saat kebakaran lahan di Jalan Anggur Gang SD, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi pada Selasa, 13 Oktober 2026 tersebut.

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengatakan, korban meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026 pagi akibat luka bakar yang mencapai sekitar 60 persen pada tubuhnya. Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. “Kita sama-sama mendengarkan kabar bahwa korban yang mengalami luka bakar kemarin telah meninggal dunia akibat luka bakar yang cukup parah. Persentase luka bakarnya mencapai 60 persen,” ujar Asriadi.

Sebelum meninggal dunia, La Jemo ditemukan tergeletak di area lahan yang terbakar di Jalan Anggur Gang SD, RT 54, Kelurahan Sidodadi, sekitar pukul 13.50 Wita. Saat ditemukan, korban mengalami luka bakar pada bagian bawah tubuhnya dan tidak mampu berdiri. Kebakaran tersebut diperkirakan melanda lahan seluas sekitar 700 meter persegi. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian membantu penanganan di lokasi sebelum korban dievakuasi ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie untuk mendapatkan perawatan medis.

La Jemo diketahui merupakan warga RT 55 di kelurahan yang sama. Namun, hingga kini polisi belum dapat memastikan bagaimana korban mengalami luka bakar maupun aktivitas yang sedang dilakukannya ketika kebakaran terjadi. Asriadi mengatakan, penyidik telah memeriksa empat saksi untuk mengumpulkan keterangan mengenai peristiwa tersebut. Mereka berasal dari warga yang melihat atau mengetahui kejadian serta ketua RT setempat. “Sudah ada empat saksi yang kita periksa, baik dari warga yang melihat, mengetahui, maupun dari RT 55 itu sendiri,” ungkapnya.

Keterangan yang diperoleh dari warga sejauh ini masih beragam. Oleh karena itu, kepolisian belum menyimpulkan apakah kebakaran dipicu oleh aktivitas korban atau ada faktor lain yang menyebabkan api muncul dan meluas. Penyelidikan masih dilakukan dengan mendalami keterangan saksi dan memeriksa kondisi lokasi kejadian. Polisi akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah memperoleh informasi yang dapat memastikan kronologi serta penyebab kebakaran. “Ini masih kita dalami dari saksi-saksi yang ada, walaupun dari keterangan warga yang ada di sana sangat simpang siur,” pungkas AKP Asriadi. (Retno)

LAINNYA
x