src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sebut Karhutla Masih Dapat Diatasi, Pemprov Tetap Koordinasi Pemerintah Pusat

Sebut Karhutla Masih Dapat Diatasi, Pemprov Tetap Koordinasi Pemerintah Pusat

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Okt 2026 17:20 31 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) masih mengupayakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik yang masih aktif sembari terus berkoordinasi untuk menambah dukungan peralatan pemadaman di lapangan.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan upaya pemadaman sebelumnya telah berhasil dilakukan di kawasan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam). Namun, masih ada sejumlah titik api lain yang memerlukan penanganan lebih lanjut, sehingga pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud juga menjalin komunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta dukungan tambahan, termasuk pompa pemadam. Sejauh ini, Pemprov Kaltim telah menyalurkan 65 unit pompa untuk mendukung upaya pemadaman di berbagai wilayah.

“Kemarin kita sudah ke Jalan Tol Balsam, kita sudah berhasil padamkan. Memang ada beberapa titik-titik api yang lain yang saat ini saya sedang koordinasi dengan BPBD, Pak Gubernur juga koordinasi dengan BNPB, supaya bantuan-bantuan pompa dan bantuan yang lainnya bisa segera hadir, segera datang,” ujar Seno, Selasa, 13 Oktober 2026.

Apabila kebakaran terus meluas dan penanganannya membutuhkan dukungan lebih besar, Pemprov Kaltim akan meminta pemerintah pusat mempertimbangkan peningkatan status bencana menjadi bencana nasional. Namun, hingga saat ini, pemerintah belum menetapkan status tersebut karena kondisi karhutla di Kaltim dinilai masih dapat dikendalikan. “Kalau memang ini masih terus berjalan, kita akan memohon pemerintah pusat nantinya apakah kita bisa tingkatkan menjadi bencana nasional atau tidak, tapi sebetulnya saat ini kita belum membuat status tersebut karena masih bisa kontrol di Kalimantan,” kata Seno.

Seno tidak menutup kemungkinan adanya peningkatan status apabila situasi memburuk, mengingat skala kebakaran yang terjadi tergolong besar. “Kalau kemungkinan pasti ada, karena memang kita kan dalam jumlah yang besar, tapi kalau Kalimantan Timur saat ini masih kondusif dan masih bisa kita padamkan,” tambahnya.

Selain penanganan api, pemerintah juga mempertimbangkan dampak asap terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Seno mengakui kondisi udara akibat kabut asap memang sudah mulai dirasakan sehingga rencana penyesuaian metode pembelajaran, termasuk kemungkinan sekolah daring akan dibahas lebih lanjut bersama Dinas Pendidikan. “Kalau saat ini memang seharusnya iya, maka itu kita akan buatkan surat edaran juga untuk di kelas-kelas apakah nantinya kita bisa sekolah daring ataupun yang bisa disesuaikan dengan sekolah. Nanti kita akan diskusikan dengan Dinas Pendidikan,” demikian Seno Aji. (Retno)

LAINNYA
x