src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kementerian Haji (Kemenhaj) Kalimantan Timur, Mohlis Hasan. (Foto: RRI/Niswar) HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Imbauan Tunda Umrah disampaikan Kemenhaj Kaltim menyusul memanasnya Konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Seruan Tunda Umrah ini ditujukan kepada masyarakat Kalimantan Timur agar lebih mempertimbangkan faktor Keamanan Perjalanan sebelum berangkat ke Tanah Suci, terutama menjelang Ramadan yang biasanya menjadi puncak keberangkatan.
Dilansir dari RRI Samarinda, Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kementerian Haji Kalimantan Timur, Mohlis Hasan, menegaskan masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru mengambil keputusan di tengah situasi geopolitik yang belum stabil. Ia menekankan bahwa imbauan Tunda Umrah dikeluarkan demi keselamatan jemaah.
“Dalam hal ini kami menghimbau kepada masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan umrah atau perjalanan lainnya menuju Tanah Suci agar mempertimbangkan keamanan perjalanan. Mengingat kondisi Timur Tengah sekarang tidak benar-benar aman,” ujarnya, Rabu 4 Maret 2026.
Menurut Mohlis, arahan Tunda Umrah juga merupakan tindak lanjut koordinasi dengan kementerian di tingkat pusat. Otoritas daerah diminta lebih berhati-hati memantau keberangkatan jemaah, terutama dalam kondisi Konflik Timur Tengah yang masih dinamis.
“Berbagai informasi yang kami dapat dari pusat memang ada himbauan agar jemaah mempertimbangkan untuk menunda keberangkatan atau mengikuti arahan maskapai penerbangan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, maskapai penerbangan seperti Saudia dan Garuda Indonesia memiliki akses informasi paling mutakhir terkait kondisi jalur udara. Karena itu, calon jemaah diminta mematuhi kebijakan maskapai sebelum memutuskan tetap berangkat atau mengikuti imbauan Tunda Umrah.
“Karena yang paling mengetahui kondisi di lapangan itu maskapai penerbangan. Mereka tentu memiliki informasi keamanan penerbangan secara langsung,” katanya.
Imbauan Tunda Umrah ini dinilai penting bagi warga Kaltim yang setiap tahun berangkat dalam jumlah besar, khususnya menjelang sepuluh hari terakhir Ramadan. Selain mengikuti maskapai, masyarakat juga diminta memperhatikan arahan instansi berwenang yang mengatur lalu lintas penerbangan internasional serta otoritas Arab Saudi.
Mohlis menekankan keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, keputusan Tunda Umrah bukan berarti mengurangi nilai ibadah, melainkan langkah antisipatif di tengah potensi risiko perjalanan akibat Konflik Timur Tengah.
“Kalau kondisi keamanan perjalanan itu tidak bisa meyakinkan, jangan dipaksakan. Menunda atau bahkan membatalkan keberangkatan tidak apa-apa. Yang paling penting adalah memastikan dulu keamanan perjalanan,” ucapnya.
Ia juga menyoroti perbedaan sistem pendataan antara haji reguler dan umrah. Jika haji reguler tercatat melalui sistem resmi pemerintah, keberangkatan umrah kerap dilakukan melalui berbagai agen atau travel, termasuk di luar daerah. Kondisi ini membuat pengawasan lebih kompleks sehingga imbauan Tunda Umrah semakin relevan.
“Kalau haji reguler itu datanya jelas karena semua berangkat melalui sistem pemerintah. Tapi kalau umrah, banyak yang berangkat lewat travel di luar daerah sehingga sulit terdeteksi,” katanya.
Dengan meningkatnya minat keberangkatan menjelang Ramadan, Kanwil Kemenhaj Kaltim kembali mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan faktor Keamanan Perjalanan secara menyeluruh. Imbauan Tunda Umrah diharapkan menjadi perhatian serius demi menghindari risiko yang tidak diinginkan di tengah situasi Konflik Timur Tengah yang belum sepenuhnya kondusif.
“Pastikan dulu kondisi perjalanan benar-benar aman. Kalau belum yakin aman, lebih baik ditunda dulu. Risiko perjalanan di tengah situasi seperti ini cukup besar,” ujar Mohlis Hasan.