src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kesedihan Mahasiswa Korban Kebakaran, Karya Skripsi Ludes, Baju Tersisa di Badan

Kesedihan Mahasiswa Korban Kebakaran, Karya Skripsi Ludes, Baju Tersisa di Badan

2 minutes reading
Friday, 21 Feb 2025 17:51 296 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Seorang anak muda terlihat menatap puing-puing rumahnya. Semuanya nyaris jadi abu. Beberapa tiang rumah masih berdiri. Rapuh. Penuh jelaga. Dia adalah salah satu dari belasan warga korban kebakaran di Gang Husada Jalan Milono Tanjung Redeb, Jumat 21 Ferbruari 2025 dini hari.

Namanya Andi Alan Nur Purnama. Mahasiswa semester delapan Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) Jurusan Manajemen ini diliputi kesedihan yang berlipat. Tak hanya kehilangan rumah tempat pulang saat letih, peneduh dari panas dan hujan, dan muara kasih sayang Ayah dan Ibu. Alan bertambah galau karena tugas akhir kuliahnya ikut terbakar.

“Seharusnya berkas skripsi itu saya serahkan di bulan depan saat pertengahan puasa Ramadan. Tapi karena semuanya habis, yah, saya harus mengulangnya, mengerjakannya lagi dari awal,” ucapnya ditemui di sekitar reruntuhan kebakaran.

Rumah keluarganya terbuat dari kayu. Hanya lantai yang menggunakan keramik. Rumah itu dibangun orangtuanya pada tahun 1991. Banyak kenangan di rumah tersebut.

“Tahun 1991 kami pindah ke sini, saya lahir di sini tahun 2003, SD sampai kuliah pun hidup di sini. Jadi semua waktu tumbuh dan kembang saya ya, di rumah ini. Sedihnya hanya beberapa barang yang bisa kami selamatkan dari kobaran api,” bebernya dengan mata sembab.

Celana training hitam dan jaket hoodie biru yang dipakainya adalah pakaian tersisa. Dia berlari keluar menyelamatkan diri saat lidah api mulai meyambar atap rumahnya. Hanya satu koper berisi surat-surat penting yang sempat diamankan orangtuanya.

“Printer dan skripsi saya itu yang tidak sempat dikeluarkan. Anginnya kencang dan sambaran apinya cepat sekali,” imbuh lelaki berkacamata ini.

Namun, Andi masih bersyukur karena laptopnya sempat diselamatkan. Di situ masih tersimpan file mentah sebagian skripsinya. Artinya, dia masih memiliki kesempatan menyusun ulang tugas akhirnya.

Pihak kampus pun memberikannya kelonggaran setelah mendengar kabar dia jadi korban kebakaran. Andi tak harus menyerahkan skripsinya sesuai deadline.

“Harusnya di bulan puasa nanti saya sudah sidang kedua. Tapi kampus memaklumi dan memberikan saya kesempatan untuk mengerjakan kembali skripsinya. Saya bersyukur mendapatkan kebijakan itu,” ucapnya.

Saat ini, Andi bersama orangtuanya untuk sementara tinggal di rumah keluarganya yang juga berada di sekitar lokasi kebakaran. Dirinya berharap dengan adanya bantuan pemerintah, keluarganya bisa membangun kembali rumah yang meninggalkan banyak kenangan itu. (riska)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x